pilihan +INDEKS
FPR Minta Polisi Tangkap Pelaku Pembunuh Wartawan Mara Salem
Publikterkini.com - Pers kembali berduka. Kali ini duka menimpa wartawan media online di Simalungun, Sumatera Utara, Marasalem Harahap. Yang bersangkutan ditembak secara sadis saat pulang menuju rumahnya di Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara.
Ketua Forum Pemred Riau, Rahmad Handayani menyampaikan duka mendalam. Ia mengutuk keras aksi kekerasan kesekian kali terhadap wartawan ini.
Rahmad berharap tragedi yang menimpa Marasalem ini adalah yang terakhir kali. Ini duka pers Indonesia, dan duka seluruh keluarga besar wartawan.
"Forum Pemred Riau menyampaikan duka yang mendalam atas musibah ini. FPR memberi atensi khusus terhadap peristiwa ini dan akan mengawal terus proses hukumnya di kepolisian," ujar Rahmad, hari ini.
Rahmad mengajak rekan-rekan media untuk mengawal terus kasus ini melalui pemberitaan di media masing-masing, sampai ditemukan otak dan eksekutornya.
Karena itu Rahmad berharap pihak kepolisian bergerak cepat menangkap pelaku dan aktor intelektualnya. "Polisi gerak cepat tangkap pelaku dan berikan hukuman yang seberat-beratnya. Mari kita kawal terus pemberitaannya," katanya.
Rahmad juga mengingatkan wartawan untuk bekerja profesional, mengedepankan kode etik jurnalstik sebagai acuan kerja seorang jurnalis. *
Berita Lainnya +INDEKS
PH Sukma Dewi Bongkar Polemik Dana Rp11 Miliar, Ellyatun Disomasi
PEKANBARU || Persoalan harta peninggalan keluarga almarhum H. Ahmad Bebas mencuat setelah Sukma D.
Liputan HUT RI di Minas Berujung Dugaan Ancaman terhadap Wartawan
SIAK || Seorang wartawan Catatanriau.com, Idris Harahap, mengaku mengalami intimidasi dan ancaman.
Lagi Perawatan di Klinik Kecantikan, Bos Besar Narkoba Kampung Bahari di Tangkap BNN RI
JAKARTA || Badan Narkotika Nasional (BNN) menangkap MR alias Bos Gendut, bandar narkoba besar di .
Advokat Bentrok dengan DC di Pekanbaru, LBH SPN Desak Polda Riau Usut Dugaan Premanisme
PEKANBARU || Ketegangan antara seorang advokat dan sejumlah orang yang diduga debt collector (DC).
Hakim Vonis Rata Abdul Wahid dan Kawan-Kawan 2 Tahun Penjara, KPK Ajukan Banding
PEKANBARU || Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengajukan upaya hukum banding atas vonis 2 tahun.
DPW GMPK Riau Kecam Keras Pengeroyokan Jurnalis di Siak: Intimidasi Terbuka Terhadap Pengawasan Publik
PEKANBARU || Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Gerakan Masyarakat Perangi Korupsi (GMPK) Provinsi Riau.







