pilihan +INDEKS
Polisi Tangkap 2 Pencuri Ternak Yang Bawa Senpi Saat Beraksi di Belu NTT
Publikterkini.com - Dua warga Desa Tukuneno, Kecamatan Tasifeto Barat, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT), berinisial SE (35) dan PA (56) dibekuk aparat Satuan Reskrim Polres Belu.
Kabid Humas Polda NTT, Kombes Rishian Krisna mengatakan, keduanya ditangkap karena mencuri sejumlah ternak warga dengan menggunakan senjata api.
"Keduanya ditangkap kemarin, karena mencuri ternak sapi milik warga. Aksi keduanya ini sudah sangat meresahkan, karena menggunakan senjata api rakitan," ungkap Krisna, kepada Kompas.com, Minggu (1/8/2021).
Kapolres Belu, AKBP Khairul mengatakan, penangkapan kedua tersangka berawal dari laporan warga yang mendengar bunyi letusan di dalam hutan.
Ketika warga mendatangi sumber bunyi letusan, didapati tersangka dan beberapa orang temannya, sedang membagi-bagi daging hewan hasil curian mereka.
Warga langsung melaporkan temuan ini kepada pihak kepolisian. "Pasca mendapat laporan, petugas kepolisian langsung terjun ke lokasi kejadian dan menangkap pelaku SE, beserta barang bukti berupa sisa daging dan sepucuk senjata api, beserta sebilah parang yang digunakan pelaku untuk mencuri," jelasnya, Sabtu (31/7).
Polisi kemudian mengembangkan pemeriksaan dan melakukan penyidikan, sehingga dari pelaku SE, polisi mendapat informasi soal keterlibatan pihak lain dan tersangka PA berhasil ditangkap.
"Tersangka SE mengaku kalau senjata api merupakan milik tersangka PA. SE dan PA sering bekerjasama dalam melakukan aksi pencurian itu," ungkap Khairul.
Kepada penyidik yang memeriksanya, tersangka SE mengakui dia bersama PA sebagai pelaku utama dalam aksi pencurian ini.
"Mereka (SE dan PA) mengakui seluruh perbuatannya. keduanya melakukan ini karena tuntutan ekonomi," ujar Khairul.
Kapolres Belu juga menjelaskan, meskipun kini sudah ada dua tersangka namun pihaknya akan terus melakukan pengembangan, karena diduga masih banyak komplotan pencuri lainnya yang masih berkeliaran.
"Setelah melalui tahapan penyelidikan maka hari ini kita tetapkan dua tersangka yang merupakan aktor dibalik kasus pencurian ternak yang menggunakan senjata api," tegas Kapolres Khairul.
Kedua tersangka dijerat dengan pasal 363 ayat 1 ke 1e dan 4e KUHP dan pasal 1 ayat 1 undang-undang darurat nomor 12 tahun 1951, dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara.
Berita Lainnya +INDEKS
DPW GMPK Riau Kecam Keras Pengeroyokan Jurnalis di Siak: Intimidasi Terbuka Terhadap Pengawasan Publik
PEKANBARU || Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Gerakan Masyarakat Perangi Korupsi (GMPK) Provinsi Riau.
Operasi Senyap di Kamter! Satres Narkoba Polresta Pekanbaru Bongkar Jaringan Sabu, Dua Tersangka Diciduk
PEKANBARU || Upaya peredaran narkotika jenis sabu di kawasan Kampung Terendam (Kamter), Kota Peka.
Diduga Tidak Memiliki Izin Keramaian dari Kepolisian, THM Paragon Tetap Berani Beroperasional
PEKANBARU || Tempat Hiburan Malam (THM) Paragon yang pernah didemo mantan Gubernur Riau Edy Natar.
Teror Curanmor Kian Mengkhawatirkan, Motor Warga Hilang dalam Hitungan Menit di Sukajadi
PEKANBARU || Aksi pencurian kendaraan bermotor (curanmor) kembali terjadi di Kota Pekanbaru. Kali.
Satresnarkoba Polresta Pekanbaru Kembali Ungkap Kasus Peredaran Sabu, Dua Pengedar Diamankan
PEKANBARU || Satresnarkoba Polresta Pekanbaru kembali berhasil mengungkap kasus tindak pidana pen.
Menang Praperadilan, Kuasa Hukum Bie Hoi Laporkan Empat Oknum Penyidik ke Irwasda dan Propam Polda Riau
PEKANBARU || Tim kuasa hukum Bie Hoi resmi melayangkan surat pengaduan ke Inspektorat Pengawasan .







