pilihan +INDEKS
Preman Penyerang Mobil dan Petugas Bea Cukai Apes, Sampai Sekarang Belum Terima Upah
Publikterkini.com - Apes. Beginilah nasib delapan tersangka pengrusakan kendaraan dinas K-9 serta penyerangan personel Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Bea Cukai Provinsi Riau ini.
Tersangka yakni, AB (45), DS (23), KL (43), RP (24), YL (43), YH (36), MS (23), dan KH (23). Betapa tidak, dari hasil pemeriksaan, ternyata hingga kini para tersangka belum menerima upah atas aksi premanisme mereka.
''Masalah upah, mereka katakan belum terima. Namun, kita masih dalami lagi," kata Kapolresta Kombes Pol Nandang Mu'min Wijaya, saat memimpin ekspos, di Mapolresta Pekanbaru, Selasa (27/4/2021) sore.
Hasil pemeriksaan, diketahui juga para tersangka memang diminta oleh pemilik barang (Rokok) ilegal untuk bersiap jika sewaktu-waktu terjadi insiden dalam perjalanan pengiriman barang ilegal ini. Dan para tersangka ini memang sudah berkumpul di sebuah kafe di Kota Pekanbaru. Diketahui mereka di kafe tersebut juga sempat meminum minuman keras.
Seorang diantara mereka berperan sebagai pengawas mobil yang membawa rokok ilegal tersebut. Sementara, petugas Bea Cukai sudah membututi sejak dari Jalan Sigunggung, terus membuntuti ke Palas hingga akhirnya melakukan pengecekan mobil pembawa rokok ilegal ini di Jalan Juanda.
Di TKP, salah satu tersangka menelpon kelompok premanisme ini yang memang sudah bersiap jika sewaktu-waktu terjadi hambatan. Selang 5 menit tersangka datang. Mereka beraksi melakukan pengrusakan dan penyerangan main cepat, kurang lebih hanya 5 menit, lalu kabur.
Sementara yang mengomandoi aksi ini adalah tersangka ST (DPO). Dia juga yang menelpon kelompok premanisme ini.
''Masih ada enam tersangka lainnya yang masih dalam pengejaran polisi. Mereka ini diketahui juga menerima upah dari aksi mereka,'' kata Kapolres.
Diduga kelompok ini merupakan satu jaringan dengan pemilik rokok ilegal tersebut. Delapan tersangka merupakan orang yang berasal dari luar Kota Pekanbaru. *
Berita Lainnya +INDEKS
Menang Praperadilan, Kuasa Hukum Bie Hoi Laporkan Empat Oknum Penyidik ke Irwasda dan Propam Polda Riau
PEKANBARU || Tim kuasa hukum Bie Hoi resmi melayangkan surat pengaduan ke Inspektorat Pengawasan .
Merasa Diperas dan Dicemarkan Nama Baiknya, ZN Laporkan Akun TikTok @Detakfakta dan Rekannya ke Polresta Pekanbaru
PEKANBARU || Polemik dugaan pelanggaran hukum di ruang digital kembali mencuat di Kota Pekanbaru..
Anak Bupati dan Selegram Terkenal Pekanbaru Terjaring Razia di Club Malam, Ini Barang Bukti Yang di Temukan
PEKANBARU || Polresta Pekanbaru terus intensif melakukan razia di tempat hiburan malam, Saat razi.
Gugatan Praperadilan Law Firm Jetsiber Dikabulkan: Penetapan Tersangka Dinyatakan Tidak Sah oleh Pengadilan
LIMA PULUH KOTA| |Pengadilan Negeri Tanjung Pati mengabulkan gugatan praperadilan yang diaj.
Frans Sibarani Kritik Mutasi Pascadugaan SPPD Fiktif
PEKANBARU || Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat Solidaritas Peduli Keadilan Nasional (DPP-S.
Dugaan Mafia Tanah di Tapung Meledak, RHUKI Desak Kapolda Riau Turun Tangan
PEKANBARU || Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Riau Rumah Hukum Indonesia (RHUKI) meminta perhati.







