pilihan +INDEKS
Beroperasi Lewat Pukul 22.00 WIB dan Tidak Mengikuti Prokes, Polisi Bubarkan Pengunjung Gelper
Publikterkini.com - Direktorat Samapta Polda Riau melakukan patroli di tempat perjudian gelper yang ada di Kota Pekanbaru, Senin (26/4/2021) pukul 00.30 WIB.
Danton I Kompi I Ditsamapta Polda Riau, Ipda Muhammad Fatyo mengatakan, pembubaran tersebut mengacu terhadap peraturan daerah terkait wabah Covid-19.
“Jadi tempat gelper yang menyalahi aturan dan masih beroperasi di atas pukul 10 malam itu kita imbau untuk tutup dan pengunjungnya kami bubarkan,” ucap Fatyo.
Hal itu juga berkaitan dengan Covid-19, masyarakat yang berkerumun wajib dibubarkan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.
Sebanyak 4 titik tempat gelper di Jalan Riau yang dilakukan pembubaran oleh petugas kepolisian.
Tim Bono Ditsamapta Polda Riau, bergerak dari Mapolda Riau, ke Jalan Riau.Setibanya di Jalan Riau, tim langsung memasuki salah satu Gelper yang beroperasi diatas ketentuan Perda, dimana sesuai ketentuan Tempat Hiburan Malam hanya diizinkan beroperasi sampai pukul 22.00 WIB.
Disana Tim Bono Ditsamapta Polda Riau, mendapati puluhan pengunjung Gelper sedang asyik bermain. Karena kesal dan geram, tim langsung membubarkan paksa pengunjung Gelper.
“Bubar, bubar semuanya, sudah tahu angka Covid-19 meningkat, kalian malah berkumpul ramai-ramai disini. Pengelola juga seharusnya tahu jam operasional sudah lewat batas kenapa masih beroperasi,” ujar seorang petugas berpangkat Ipda dengan nada tinggi.
Pengunjung juga tampak langsung lari keluar dengan sangat tergesa-gesa. Kemudian hal yang sama juga dilakukan di tempat-tempat Gelper lain yang didatangi Tim Bono Ditsamapta Polda Riau, bahkan ada tempat Gelper yang kursinya sampai dibanting karena petugas sudah sangat geram.
“Sasaran kita malam ini memang tempat hiburan malam yang beroperasi diatas jam 22.00 WIB, sesuai Perda Kota Pekanbaru No 4 Tahun 2002,” ujar Danton I Kompi I Ditsamapta Polda Riau, Ipda Muhammad Fatyo.
Satyo Mengatakan "dari 4 titik Gelper yang didatangi, seluruhnya melanggar Perda dan tidak menerapkan protokol kesehatan yang dianjurkan oleh pemerintah".
“Semuanya ternyata banyak yang beroperasi dan isinya ramai, sehingga harus kami bubarkan untuk mencegah penularan Covid-19, di Gelper ini memang banyak pemain-pemain dan yang berkerumun,” tegasnya.
Terakhir kata Fatyo, apabila masih ada Gelper yang masih membandel beroperasi diluar Perda, dan tidak menerapkan protokol kesehatan, pihaknya tidak akan segan untuk menutup tempat-tempat tersebut.
“Jika masih beroperasi dan menyalahi aturan, kami tidak segan-segan menutup tempat tersebut,” tutupnya.
Berita Lainnya +INDEKS
Tim Pembela Profesi Advokat PERADI Pekanbaru Antar Surat Atensi, Desak Penegak Hukum Tegas
PEKANBARU || Dalam menjaga marwah profesi, Tim Pembela Profesi Advokat DPC PERADI Pekanbaru menga.
Kabid Hukum DPW PWMOI Riau Akan Kawal Terus Laporan Penganiayaan Adv Desi, Lamban Kita Laporkan Ke Propam Polda Riau
PEKANBARU || Atas nama kebenaran dan keadilan, serta dalam rangka melindungi marwah advokat.
Operasi Senyap Bareskrim Polri Grebek THM MP Club, 60 Pengunjung di Angkut
PEKANBARU || Sebanyak 60 pengunjung tempat hiburan malam MP Club di Kota Pekanbaru, Riau, dinyata.
Syahidila Yuri : PBH PERADI Akan Kawal Kasus Dugaan Kekerasan terhadap Advokat Desi
PEKANBARU || Pusat Bantuan Hukum (PBH) PERADI Pekanbaru menyampaikan kecaman atas dugaan ke.
Rio Kasairy Desak Polresta Pekanbaru Bertindak, PWMOI Riau Kawal Kasus Advokat
PEKANBARU || Terkait penganiayaan dan penyekapan serta intimidasi yang dilakukan oleh seorang war.
Antar Surat Somasi Berujung Dugaan Kekerasan, Advokat Muda Lapor Polisi
PEKANBARU || Seorang advokat muda, Desi Silvia Angraini, SH, MH diduga menjadi korban kekerasan, .







.jpg)