pilihan +INDEKS
Dapat 8 Jahitan, Petugas Bea Cukai yang Dikeroyok Harus Jalani Perawatan Intensif
Publikterkini.com - Petugas Bea Cukai yang menjadi sopir saat mobil dinas Bea dan Cukai dirusak belasan orang tak dikenal (OTK) kemarin harus jalani perawatan intensif di rumah sakit.
''Si petugas yang mengalami luka cukup parah masih dalam perawatan tim medis untuk mengeringkan luka 8 jahitan dibagian kepalanya,'' kata Vino.
Namun, kondisi terkini kesehatan dari petugas itu sudah sangat membaik dan masih harus dirawat.
Sementara itu, untuk menyelidiki siapa penyerangan petugas DJBC di Jalan Juanda itu, sejumlah saksi-saksi sudah diperiksa di Polresta Pekanbaru.
''Kami masih menunggu informasi dari Kepolisian yakni Polresta Pekanbaru,'' jelas Vino.
Untuk mengungkap siapa pelakunya, pihaknya juga mendukung upaya penyelidikan dengan dibantu penyidik dari DJBC.
''Petugas telah mengetahui plat mobil yang membawa rokok ilegal,'' ujar Vino.
Kepala Bidang Fasilitas Kepabeanan dan Cukai Kantor Wilayah DJBC Riau, Hartono Sutarjo mengatakan, akibat serangan tersebut, dua anggota Tim Bea Cukai terluka karena mencoba mempertahankan mobil tersebut dari rampasan pelaku. *
Berita Lainnya +INDEKS
Deninteldam XIX/Tuanku Tambusai Ungkap Kasus Sabu di Gudang BBM Bengkalis
BENGKALIS || Personel Detasemen Intelijen Kodam (Deninteldam) XIX/Tuanku Tambusai berhasil mengun.
Diduga Ada Bekingan Oknum Pemred, Polisi Diminta Bongkar Jaringan Obat Golongan G di Subang
SUBANG ||Seorang penjual obat-obatan golongan G di Kabupaten Subang yang dikenal dengan nama Pedo.
Satpam PT SLS Ditembak di Areal Kebun, Polisi Selidiki Dugaan Aksi “Ninja Sawit”
PELALAWAN || Peristiwa mengejutkan terjadi di areal perkebunan PT Sari Lembah Subur (SLS), Desa G.
Kapolda Riau PDTH 12 Personel, Tegaskan: Tak Ada Ampun bagi Pengkhianat Institusi
PEKANBARU || Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan memimpin langsung upacara Pemberhentian Dengan.
Jatuh ke Dunia Gelap: Dua Mantan Polisi Diciduk Bersama 71 Pil Ekstasi
PEKANBARU || Satuan Reserse Narkoba Polresta Pekanbaru kembali membongkar jaringan peredaran nark.
Camat Aktif Jadi Tersangka Baru Kasus Pupuk Subsidi di Pelalawan, Kerugian Negara Tembus Rp34 Miliar
PELALAWAN || Skandal penyelewengan pupuk bersubsidi di Kabupaten Pelalawan kembali menyeret pejab.







