pilihan +INDEKS
Dijadikan Tempat Mesum, Payung Ceper Akhirnya Ditertibkan
Publikterkini.com - Satpol PP Pekanbaru langsung mengambil tindakan penyedia payung ceper yang berada dikawasan Stadion Utama Riau, Jalan Naga Sakyi, Rabu (7/4/2021) petang.
Hal ini setelah payung ceper yang diduga dijadikan tempat mesum itu viral di media sosial.
''Pedagang ini diberi surat teguran untuk tidak lagi menyediakan fasilitas tenda ceper di lokasi itu. Ada sekitar 30 pedagang yang diberikan surat teguran,'' kata Kepala Satpol PP Kota Pekanbaru, Iwan Samuel Parlindungan Simatupang, melalui Kabid Ops Yendri Doni.
Pantauan di lokasi, tenda ceper ini diduga sebagai tempat mesum bagi pasangan muda-mudi. Karena posisinya yang menutup orang yang berada di dalam tenda tersebut.
Dalam penertiban ini, pedagang diminta tidak lagi mendirikan payung denhan posisi rendah ke bawah, yang disebut dengan tenda ceper ini. Pedagang boleh membuat tenda, namun tidak dipendekkan. *
Berita Lainnya +INDEKS
Kabid Hukum DPW PWMOI Riau Akan Kawal Terus Laporan Penganiayaan Adv Desi, Lamban Kita Laporkan Ke Propam Polda Riau
PEKANBARU || Atas nama kebenaran dan keadilan, serta dalam rangka melindungi marwah advokat.
Operasi Senyap Bareskrim Polri Grebek THM MP Club, 60 Pengunjung di Angkut
PEKANBARU || Sebanyak 60 pengunjung tempat hiburan malam MP Club di Kota Pekanbaru, Riau, dinyata.
Syahidila Yuri : PBH PERADI Akan Kawal Kasus Dugaan Kekerasan terhadap Advokat Desi
PEKANBARU || Pusat Bantuan Hukum (PBH) PERADI Pekanbaru menyampaikan kecaman atas dugaan ke.
Rio Kasairy Desak Polresta Pekanbaru Bertindak, PWMOI Riau Kawal Kasus Advokat
PEKANBARU || Terkait penganiayaan dan penyekapan serta intimidasi yang dilakukan oleh seorang war.
Antar Surat Somasi Berujung Dugaan Kekerasan, Advokat Muda Lapor Polisi
PEKANBARU || Seorang advokat muda, Desi Silvia Angraini, SH, MH diduga menjadi korban kekerasan, .
Bea Cukai Pekanbaru dan Bareskrim Polri Tangkap Bandar Narkoba di Pekanbaru
PEKANBARU || Tim gabungan Bea Cukai Pekanbaru, Kanwil Bea Cukai Riau, dan Direktorat Interdiksi N.






.jpg)
