pilihan +INDEKS
Wakapolda Riau Apresiasi Keberhasilan Polres Kuansing Ungkap Pertambangan Ilegal, Satu Pelaku Diamankan
KUANTANSINGINGI || Kepolisian Resor Kuantan Singingi (Polres Kuansing) terus menunjukkan komitmennya dalam memberantas aktivitas pertambangan tanpa izin (PETI) yang merusak lingkungan dan menyalahi aturan hukum. Dalam Operasi PETI Kuantan 2025 yang digelar pada Sabtu, (2/8/2025).
aparat berhasil mengungkap kegiatan tambang ilegal di wilayah Desa Seberang Pulau Busuk, Kecamatan Inuman, Kabupaten Kuantan Singingi.
Dalam operasi yang berlangsung sekitar pukul 14.00 WIB, tim yang dipimpin oleh Kasat Reskrim Polres Kuansing, AKP Shilton, S.I.K., M.H., mendapati tiga orang pelaku sedang melakukan aktivitas penambangan tanpa izin. Saat hendak diamankan, dua dari tiga pelaku berhasil melarikan diri, sementara satu orang pelaku berhasil ditangkap di lokasi kejadian.
Pelaku yang berhasil diamankan diketahui berinisial R(38) yang merupakan warga Dusun Petai, Desa Seberang Pulau Busuk. Saat ditangkap, R(38) tengah mengoperasikan peralatan tambang ilegal bersama dua rekannya yang kini berstatus buron. Dari lokasi, petugas turut menyita sejumlah barang bukti berupa mesin dan perlengkapan yang digunakan dalam aktivitas tambang ilegal tersebut, termasuk mesin Robin, spiral, paralon, selang, dan karpet penyaring.
Penindakan ini dilakukan berdasarkan Laporan Polisi Nomor LP/A/12/VIII/2025/SPKT.SATRESKRIM/POLRES KUANTAN SINGINGI/POLDA RIAU, tertanggal 2 Agustus 2025. Tindakan pelaku dijerat dengan Pasal 158 Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara (Minerba), yang mengatur larangan melakukan kegiatan pertambangan tanpa izin resmi dari pemerintah.
Wakil Kepala Kepolisian Daerah Riau (Wakapolda Riau), Brigjen Pol A. Jossy Kusumo, S.H., M.Han., menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap kinerja Polres Kuansing dalam pengungkapan kasus ini. Ia menegaskan bahwa kepolisian tidak akan tinggal diam terhadap praktik-praktik pertambangan ilegal yang berdampak pada kerusakan lingkungan dan merugikan negara.
“Saya menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada jajaran Polres Kuansing atas penindakan cepat dan terukur terhadap aktivitas tambang ilegal ini. Ini adalah bentuk nyata komitmen kita dalam menjaga penegakan hukum dan kelestarian lingkungan,” ujar Wakapolda Riau dalam keterangannya.
Ia juga mengimbau agar masyarakat tidak terlibat dalam kegiatan pertambangan tanpa izin, karena selain melanggar hukum, juga berdampak langsung pada pencemaran lingkungan dan rusaknya ekosistem setempat. Wakapolda menegaskan bahwa Polda Riau akan terus mengintensifkan patroli dan operasi di wilayah rawan aktivitas PETI.
Saat ini, pelaku R(38) telah diamankan di Polres Kuansing untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Sementara dua pelaku lainnya masih dalam pengejaran. Tim Reskrim terus melakukan penyelidikan dan upaya penangkapan terhadap keduanya.
Operasi PETI ini menjadi bukti keseriusan jajaran kepolisian dalam menindak pelaku usaha pertambangan ilegal, dan sekaligus peringatan bagi siapa pun yang masih nekat melakukan kegiatan serupa. Kepolisian memastikan bahwa penegakan hukum akan dilakukan secara profesional, transparan, dan berkelanjutan.
Berita Lainnya +INDEKS
PH Sukma Dewi Bongkar Polemik Dana Rp11 Miliar, Ellyatun Disomasi
PEKANBARU || Persoalan harta peninggalan keluarga almarhum H. Ahmad Bebas mencuat setelah Sukma D.
Liputan HUT RI di Minas Berujung Dugaan Ancaman terhadap Wartawan
SIAK || Seorang wartawan Catatanriau.com, Idris Harahap, mengaku mengalami intimidasi dan ancaman.
Lagi Perawatan di Klinik Kecantikan, Bos Besar Narkoba Kampung Bahari di Tangkap BNN RI
JAKARTA || Badan Narkotika Nasional (BNN) menangkap MR alias Bos Gendut, bandar narkoba besar di .
Advokat Bentrok dengan DC di Pekanbaru, LBH SPN Desak Polda Riau Usut Dugaan Premanisme
PEKANBARU || Ketegangan antara seorang advokat dan sejumlah orang yang diduga debt collector (DC).
Hakim Vonis Rata Abdul Wahid dan Kawan-Kawan 2 Tahun Penjara, KPK Ajukan Banding
PEKANBARU || Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengajukan upaya hukum banding atas vonis 2 tahun.
DPW GMPK Riau Kecam Keras Pengeroyokan Jurnalis di Siak: Intimidasi Terbuka Terhadap Pengawasan Publik
PEKANBARU || Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Gerakan Masyarakat Perangi Korupsi (GMPK) Provinsi Riau.







