pilihan +INDEKS
Wakapolda Riau Pimpin Langsung Operasi PETI di Kuansing, 13 Rakit Dimusnahkan
KUANTANSINGINGI || Polres Kuantan Singingi bersama jajaran Polda Riau menggelar Operasi Pertambangan Tanpa Izin (PETI) Kuantan Tahun 2025. Kegiatan ini dimulai pada Kamis siang dengan pelaksanaan apel kesiapan yang berlangsung di Lapangan Mapolres Kuansing, (31/7/2025).
Apel dipimpin langsung oleh Wakapolda Riau, Brigjen Pol. A. Jossy Kusumo, S.H., M.Han, dan diikuti oleh para pejabat utama Polda Riau serta unsur gabungan dari TNI, Brimob, Dit Samapta, Dit Polairud, Polres Kuansing, dan Satpol PP Kabupaten Kuansing.
Sebanyak 156 personel dikerahkan dalam kegiatan ini. Operasi PETI Kuantan hari pertama menyasar tiga lokasi berbeda yang diduga kuat menjadi titik aktivitas penambangan ilegal. Tim pertama yang dipimpin langsung oleh Wakapolda Riau bersama para pejabat utama Polda dan Kapolres Kuansing, AKBP Raden Ricky Pratidiningrat, S.I.K., M.H., bergerak menuju wilayah Desa Pintu Gobang Kari di Kecamatan Kuantan Tengah. Di lokasi tersebut, petugas menemukan sejumlah rakit PETI, mesin penyedot, dan perlengkapan lainnya yang digunakan untuk aktivitas penambangan liar.
Sementara itu, tim kedua yang dipimpin oleh Kasat Samapta Polres Kuansing AKP Repriadi, S.E., bersama Kapolsek Kuantan Hilir, melaksanakan operasi di kawasan aliran Sungai Batang Kuantan, tepatnya di Desa Pulau Komang, Kecamatan Sentajo Raya. Tim ini juga menemukan beberapa unit rakit beserta peralatan pendukung penambangan.
Lokasi ketiga, Dusun Kayu Batu, Desa Muaro Sentajo, Kecamatan Sentajo Raya, tim yang dipimpin oleh Kasat Intelkam AKP Syurfanaidi, S.H., dan Kapolsek Hulu Kuantan, berhasil menemukan empat rakit PETI serta mesin penyedot merk Tianly.
Seluruh rakit yang ditemukan di tiga lokasi langsung dimusnahkan di tempat dengan cara dibakar. Sementara beberapa peralatan lainnya seperti mesin sedot, spiral, karpet sintetis, dan alat dulang diamankan sebagai barang bukti untuk proses penyelidikan lebih lanjut. Tidak ada pelaku yang berhasil diamankan dalam operasi hari pertama ini, namun aparat telah memasang plang larangan aktivitas PETI di seluruh lokasi yang menjadi sasaran, sebagai bentuk peringatan keras terhadap pelaku dan masyarakat sekitar.
Kapolres Kuantan Singingi, AKBP Raden Ricky Pratidiningrat, menegaskan bahwa penambangan emas tanpa izin merupakan aktivitas ilegal yang sangat merusak lingkungan dan tidak akan ditoleransi. Ia menyampaikan bahwa operasi ini akan terus dilakukan secara berkelanjutan dan menyeluruh demi menjaga kelestarian lingkungan serta menciptakan situasi yang aman dan kondusif di wilayah Kuansing.
Kegiatan diakhiri dengan apel konsolidasi yang dipimpin oleh Kabag Ops Polres Kuansing. Dalam arahannya, ia menyampaikan ucapan terima kasih atas dedikasi seluruh personel yang telah menjalankan tugas dengan baik. Seluruh rangkaian kegiatan Operasi PETI Kuantan Hari Pertama Tahun 2025 berlangsung hingga pukul 17.30 WIB dan berjalan dalam keadaan aman, tertib, dan kondusif.(*Red)
Berita Lainnya +INDEKS
Deninteldam XIX/Tuanku Tambusai Ungkap Kasus Sabu di Gudang BBM Bengkalis
BENGKALIS || Personel Detasemen Intelijen Kodam (Deninteldam) XIX/Tuanku Tambusai berhasil mengun.
Diduga Ada Bekingan Oknum Pemred, Polisi Diminta Bongkar Jaringan Obat Golongan G di Subang
SUBANG ||Seorang penjual obat-obatan golongan G di Kabupaten Subang yang dikenal dengan nama Pedo.
Satpam PT SLS Ditembak di Areal Kebun, Polisi Selidiki Dugaan Aksi “Ninja Sawit”
PELALAWAN || Peristiwa mengejutkan terjadi di areal perkebunan PT Sari Lembah Subur (SLS), Desa G.
Kapolda Riau PDTH 12 Personel, Tegaskan: Tak Ada Ampun bagi Pengkhianat Institusi
PEKANBARU || Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan memimpin langsung upacara Pemberhentian Dengan.
Jatuh ke Dunia Gelap: Dua Mantan Polisi Diciduk Bersama 71 Pil Ekstasi
PEKANBARU || Satuan Reserse Narkoba Polresta Pekanbaru kembali membongkar jaringan peredaran nark.
Camat Aktif Jadi Tersangka Baru Kasus Pupuk Subsidi di Pelalawan, Kerugian Negara Tembus Rp34 Miliar
PELALAWAN || Skandal penyelewengan pupuk bersubsidi di Kabupaten Pelalawan kembali menyeret pejab.







