pilihan +INDEKS
Polda Riau Musnahkan 87,157 Kg Sabu Dan 55.452 Butir Ekstasi Selama Operasi Antik Lancang Kuning 2023
PUBLIKTERKINI.COM,Pekanbaru - Polda Riau lakukan pemusnahan barang bukti hasil operasi Antik Lancang Kuning 2023 sebanyak 87,157 kg sabu dan 55.452 butir pil ekstasi dihalaman belakang Mapolda Riau Jalan Patimura, Kamis (16/03/2023).
Pemusnahan barang bukti Narkoba tersebut dipimpin oleh Waka Polda Riau Brigjen Pol Kasihan Rahmadi serta dihadiri Wakil Gubernur Riau, Kabid Pemberantas BNNP Riau, Kasi Intel Korem/031 WB, Jaksa Madya Kejati Riau, Panitera Muda Pidana PN Pekanbaru, Granat Riau, LAM Riau, dan Kapolresta Pekanbaru beserta jajarannya.
Brigjen Pol Kasihan Rahmadi menyampaikan, bahwa barang bukti tersebut merupakan hasil dari Operasi Antik Lancang Kuning Polda Riau 2023.
Barang bukti narkoba tersebut merupakan hasil Operasi Antik Lancang Kuning 2023 yang dilaksanakan dari tanggal 21 Februari s/d 14 Maret 2023.
Kasihan Rahmadi juga menjelaskan, barang bukti sabu sebanyak 87,157 kg dan 55.452 butir ekstasi tersebut, kalau kita bandingkan dan analisa dari hasil operasi tahun 2022 terjadi peningkatan barang bukti kejahatan operasi.
Pada Operasi Antik Lancang Kuning tahun 2022, kita berhasil mengamankan barang bukti sabu sebanyak kurang lebih 42 kg dan 272 butir pil ekstasi serta mengamankan tersangkanya sebanyak 320 orang. Sedangkan pada Operasi Antik Lancang Kuning 2023 berhasil mengamankan barang bukti 87,157 kg sabu dan 55.452 butir pil ekstasi serta 435 orang tersangkanya," ungkap Brigjen Pol Kasihan Rahmadi.
Dengan adanya peningkatan kegiatan kejahatan didaerah kita maka daerah kita menjadi rawan, jadi harapan kami kepada stocholder dan masyarakat untuk bekerjasama memerangi narkotika.
Mari sama-sama kita memeranginya dan tidak berkolaborasi untuk masuknya narkotika ke daerah kita masing-masing.
Wakapolda Riau juga menyampaikan, untuk para tersangka diterapkan dengan pasal 114 ayat 2 Jo 112 ayat 2 dan pasal 132 ayat 1 UU No 35 tahun 2009 dengan ancaman hukuman mati minimal kurungan 20 tahun.
Gubernur Riau melalui Wakil Gubernur Riau Brigjen TNI (Purn) Edy Natar Nasution prihatin dengan meningkatnya peredaran narkoba di Provinsi Riau khususnya kota Pekanbaru.
Kita prihatin atas peningkatan kejahatan yang terjadi di Riau ini, oleh karena itu kami berharap mari sama-sama bergandeng tangan satukan tekad untuk memerangi Narkoba di Bumi Lancang Kuning ini dan bersama-sama menyelamatkan generasi penerus bangsa dari bahaya narkoba," ujar Edy Natar Nasution.
Berita Lainnya +INDEKS
DPW GMPK Riau Kecam Keras Pengeroyokan Jurnalis di Siak: Intimidasi Terbuka Terhadap Pengawasan Publik
PEKANBARU || Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Gerakan Masyarakat Perangi Korupsi (GMPK) Provinsi Riau.
Operasi Senyap di Kamter! Satres Narkoba Polresta Pekanbaru Bongkar Jaringan Sabu, Dua Tersangka Diciduk
PEKANBARU || Upaya peredaran narkotika jenis sabu di kawasan Kampung Terendam (Kamter), Kota Peka.
Diduga Tidak Memiliki Izin Keramaian dari Kepolisian, THM Paragon Tetap Berani Beroperasional
PEKANBARU || Tempat Hiburan Malam (THM) Paragon yang pernah didemo mantan Gubernur Riau Edy Natar.
Teror Curanmor Kian Mengkhawatirkan, Motor Warga Hilang dalam Hitungan Menit di Sukajadi
PEKANBARU || Aksi pencurian kendaraan bermotor (curanmor) kembali terjadi di Kota Pekanbaru. Kali.
Satresnarkoba Polresta Pekanbaru Kembali Ungkap Kasus Peredaran Sabu, Dua Pengedar Diamankan
PEKANBARU || Satresnarkoba Polresta Pekanbaru kembali berhasil mengungkap kasus tindak pidana pen.
Menang Praperadilan, Kuasa Hukum Bie Hoi Laporkan Empat Oknum Penyidik ke Irwasda dan Propam Polda Riau
PEKANBARU || Tim kuasa hukum Bie Hoi resmi melayangkan surat pengaduan ke Inspektorat Pengawasan .







