pilihan +INDEKS
Mengaku Lajang, Petani Cabuli Pelajar Sampai 6 Kali
PUBLIKTERKINI.COM,Rohil - Mengaku lajang belum berkeluarga dan akan menikahi pelajar yang masih berusia 15 tahun, seorang petani usia ( 30 tahun) 16 kali setubuhi korbannya dilaporkan ke Polsek Bangko Pusako Polres Rokan Hilir (Rohil) Polda Riau Sabtu. 4 Februari 2023. Pukul 13.00 WIB.
Pria mengaku lajang tersebut dilaporkan oleh ibu Korban atas ulahnya yang merayu putri pelapor di Kecamatan Bangko Pusako Kabupaten Rokan Hilir yang diketahui nya Jumat 3 Februari 2022, Pukul 20.00 WIB.
Kapolres Rohil AKBP Andrian Pramudianto SH SIK MSi melalui Kasi Humas Polres Rohil AKP Juliandi SH membenarkan adanya Penerimaan laporan Polisi dan pengungkapan tindak Pidana Persetubuhan Terhadap Anak serta tindakan lanjut yang dilakukan oleh jajaran Polsek Bangko Pusako Polres Rokan Hilir itu.
Awalnya Ketua RT setempat ( saksi) dan beberapa warga datang kerumah pelapor mempertanyakan keberadaan terlapor yang datang dan menginap dirumah Pelapor, lalu saudara RT bersama warga langsung membawa anak pelapor (Korban) dan Terlapor tersebut kepolsek bangko Pusako karena diduga telah melakukan persetubuhan.
Kemudian, Pelapor datang ke Polsek lalu bertemu dengan anak pelapor (Korban) dan memberitahukan kepada pelapor Jika Terlapor ternyata sudah berkeluarga atau sudah ada istrinya dan anak Pelapor mengakui telah disetubuhi oleh Terlapor sebanyak 6 kali.
Mendengarkan hal tersebut Pelapor terkejut karena pengakuan Terlapor selama ini masih lajang atau belum menikah kepada pelapor dan kepada suami pelapor,selanjutnya unit Reskrim melakukan interogasi terhadap tersangka dan berdasarkan pengakuan tersangka mengakui perbuatannya telah melakukan persetubuhan terhadap korban sebanyak 6 kali, dan selama berkenalan dengan korban tersangka mengakui masih lajang dan berjanji akan menikahi korban,Akibat kejadian tersebut pelapor merasa tidak senang dan melaporkan kejadian tersebut kepolsek Bangko Pusako untuk proses lanjut," jelas AKP Juliandi.
Barang bukti, 1 Helai baju tidur warna hijau bercorak batik, 1 Helai Celana panjang training warna abu abu, 1 Helai bra warna cokelat dan 1 helai celana dalam warna putih. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya terlapor disangkakan
Pasal 76(D) Jo pasal 81 ayat (1) ,ayat (2) Undang – Undang Nomor 17 tahun 2016 tentang Perubahan kedua atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak," imbuhnya."(***)
Berita Lainnya +INDEKS
Jetro Sibarani Apresiasi Polda Riau Lanjutkan Kasus Deposito Rp3,2 Miliar
PEKANBARU || Penanganan kasus dugaan pemalsuan tanda tangan yang berkaitan dengan hilangnya tabun.
PWMOI Kota Pekanbaru Minta Menteri Imipas Bersihkan Kamar Lodes Yang diduga Sengaja Disediakan di Setiap Lapas dan Rutan di Indonesia
PEKANBARU || Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Perkumpulan Wartawan Media Onlinesia (PWMOI) Kota .
Kontroversi Tanah di Rumbai: Hak Milik Sah Lansia 84 Tahun Diduga Dialihkan Lewat Administrasi Bermasalah
PEKANBARU || Dugaan serius penyalahgunaan kewenangan dalam penerbitan dokumen pertanahan mencuat .
Aksi Debt Collector Berujung Pengeroyokan di Pekanbaru, Polisi Tangkap Empat Orang
PEKANBARU || Praktik penarikan kendaraan bermotor yang diduga dilakukan secara ilegal oleh oknum .
Debt Collector Kembali Brutal di Pekanbaru, Nasabah di Keroyok Hingga Berdarah, Diduga Ada Oknum Aparat aktif
PEKANBARU || Aksi brutal diduga debt collector kembali menggemparkan warga Kota Pekanbaru. Seoran.
Air Mata Korban Tumpah: Tuntutan 3 Tahun Dianggap Menghina Penderitaan
PEKANBARU || Sidang lanjutan kasus dugaan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dengan terdakwa Ahm.







