pilihan +INDEKS
Ayah Kandung Cabuli Putrinya Hingga Lahirkan 3 Anak
PUBLIKTERKINI.COM, Pekanbaru - AT (45) harus berurusan dengan pihak kepolisian lantaran perbuatan bejatnya yang mencabuli anak kandungnya sendiri hingga hamil.
Dalam hal ini Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Pria Budi melalui Kapolsek Rumbai Pesisir Kompol Pol Febriandy diwakili Kanit Reskrim Iptu Suleman menyampaikan bahwa perbuatan cabul itu dilakukan pertama kali pada tahun 2013, perbuatan itu dilakukan AT berkali - kali didalam rumah dan dikebun sawit.
Terlapor melakukan hubungan intim dengan korban (anaknya) sampai akhirnya korban hamil dan melahirkan 3 orang anak akibat perbuatan bejat AT. perbuatan ini dilakukan AT terhadap korban dibawah ancaman agar anaknya tidak mengadukan perbuatan tersebut kepada orang lain, dan ibu korban pun diancam akan dibunuh apabila memberitahukan perbuatan AT tersebut kepada orang lain.
Berdasarkan Laporan Polisi Nomor : LP/25/II/2022/SPKT UNIT II/RESTA PKU, Karianus gea, pada hari Senin tanggal 21 Februari 2022 pukul 17.00 Wib, Kapolsek Rumbai Pesisir Kompol Pol Febriandy memerintahkan Kanit Reskrim Iptu Suleman beserta tim opsnal untuk melakukan penangkapan terhadap AT dirumahnya Jalan geringging PT. Arara Abadi Kelurahan Sungai Ukai Kecamatan Rumbai Timur tanpa adanya perlawanan dari AT, selanjutnya terlapor langsung dibawa ke Polsek Rumbai Pesisir.
Pria yang bekerja sebagai buruh itu pun akhirnya bisa tertunduk malu ketika berada di Mapolsek Rumbai Pesisir.
Atas perbuatannya, terlapor AT dijerat pasal persetubuhan dan atau perbuatan cabul terhadap anak sebagaimana dimaksud dalam rumusan pasal 81 atau 82 Undang - undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang - undang Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas Undang - undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2022 tentang Perlindungan Anak menjadi Undang - undang Jo UU RI No. 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman penjara paling singkat 5 tahun dan paling banyak 15 tahun dan denda paling banyak Rp. 5 Milyar.
Kami sesalkan, harusnya orang tua melindungi anaknya tapi malah AT melakukan perbuatan itu, oleh karena itu, maka yang bersangkutan harus mempertanggung jawabkan perbuatannya secara hukum," tutur Kanit.
Berita Lainnya +INDEKS
DPP-SPKN Semprot Pengadaan Mebel Disdik Pekanbaru, Harga Dinilai Selangit
PEKANBARU || Dewan Pimpinan Pusat Solidaritas Peduli Keadilan Nasional (DPP-SPKN) menyoroti penga.
Lapas Pekanbaru Klarifikasi Informasi Terkait Warga Binaan Berinisial AW
PEKANBARU || Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pekanbaru menegaskan bahwa&n.
Sidang KDRT WNA Amerika di Pekanbaru Menguak Fakta Mengejutkan, Istri Sah Bersaksi Ditendang hingga Tangan Patah
PEKANBARU || Persidangan kasus dugaan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang menjerat seorang w.
Polda Riau Amankan Heroin dari Dua Tersangka di Bengkalis, Ditaksir Bernilai Rp68 Miliar
PEKANBARU || Polda Riau melalui Direktorat Reserse Narkoba berhasil mengungkap peredaran narkotik.
Polda Riau Tangkap Sindikat Pembunuh Gajah Tanpa Kepala
PEKANBARU || Kepolisian Daerah (Polda) Riau mengungkap kasus pembunuhan gajah Sumatera yang ditem.
Kasus Anak Gajah Mati di TNTN, Ditreskrimsus Polda Riau Tetapkan Pemilik Lahan sebagai Tersangka
PEKANBARU || Penanganan kasus kematian seekor anak gajah Sumatera di kawasan Taman Nasional.







