pilihan +INDEKS
Quarry Diprotes, Warga Mengadu ke Polda Riau: Kami Tak Mau Menunggu Bencana!
KAMPAR || Aktivitas quarry atau galian material di Dusun III Durian Tandang, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, menuai penolakan keras dari masyarakat setempat.
Dari informasi yang berhasil dihimpun awak media, meski telah diprotes warga dan dilaporkan secara resmi ke Polda Riau, aktivitas tambang tersebut disebut masih terus beroperasi, bahkan hingga malam hari.
Warga menilai keberadaan quarry itu telah menimbulkan dampak serius terhadap lingkungan dan mengancam keselamatan masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi.
Sejumlah warga mengaku resah karena abrasi di bantaran sungai semakin parah akibat aktivitas pengerukan yang terus berlangsung.
“Sekarang kondisi sungai makin terkikis. Pohon sawit milik warga sudah banyak yang jatuh ke sungai karena tanah di pinggir terus longsor,” ujar salah seorang warga setempat, Kamis (14/5/2026).
Tak hanya itu, warga juga mengkhawatirkan kondisi rumah-rumah yang kini berada sangat dekat dengan bibir sungai akibat tergerus abrasi.
Mereka takut longsor semakin meluas dan mengancam permukiman warga.
Menurut masyarakat, aktivitas quarry tersebut juga berdampak pada infrastruktur desa. Jembatan gantung yang menjadi satu-satunya akses penghubung warga dilaporkan mulai miring dan dikhawatirkan membahayakan pengguna.
“Jembatan gantung itu akses utama masyarakat. Sekarang kondisinya sudah miring dan warga agak mulai merasa takut melintas,” kata warga lainnya.
Penolakan masyarakat terhadap aktivitas quarry sebenarnya sudah berlangsung cukup lama. Namun hingga kini operasional tambang disebut masih berjalan normal.
Warga bahkan menduga aktivitas dilakukan hingga malam hari untuk mengejar produksi material.
Merasa aspirasi mereka belum mendapat perhatian, masyarakat akhirnya melayangkan surat aduan resmi ke Polda Riau.
Dalam surat tersebut, warga meminta aparat penegak hukum turun tangan menghentikan aktivitas quarry yang dianggap merusak lingkungan dan membahayakan keselamatan warga sekitar.
Masyarakat berharap pemerintah daerah maupun aparat terkait segera melakukan peninjauan langsung ke lokasi agar dampak yang ditimbulkan tidak semakin meluas.
“Kami hanya ingin lingkungan kami aman. Jangan sampai nanti ada korban baru tindakan dilakukan,” ungkap warga.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pengelola quarry maupun instansi terkait mengenai aktivitas tambang tersebut.(*Red)
Berita Lainnya +INDEKS
Memanas di Panipahan! Aksi Massa Nyaris Ricuh, Brimob Polda Riau Tampil Humanis Redam Situasi
ROHIL || Suasana Desa Panipahan, Kecamatan Pasir Limau Kapas, mendadak memanas pada Minggu (12/04.
Panipahan Memanas, Kapolda Riau Turun Tangan: Dua Pejabat Polsek Dicopot
PEKANBARU || Kapolda Riau, Herry Heryawan, mengambil langkah tegas dengan mencopot Kapolsek Panip.
Lift Maut di Pekanbaru! Tiga Pekerja Terluka Parah Usai Terjun dari Lantai 7
PEKANBARU || Kecelakaan kerja serius terjadi di proyek pembangunan Rumah Sakit Santa Maria, Kota .
Mobil Dinas Wakil Ketua DPRD Bengkalis Fraksi Gerindra Jungkir Balik ke Parit
BENGKALIS || Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Lintas Dumai–Pakning, tepatnya di Desa Par.
Putus Kontrak Sepihak, PT Sumatera Kemasindo Digugat eks Karyawan di Pengadilan Negeri Pekanbaru
PEKANBARU || Seorang eks pekerja kontrak di Kota Pekanbaru, Ryan Zikrullah, mengajukan guga.
Rapat Panas di DPRD Pekanbaru, Pejabat BPN Pilih Menghindar Saat Dimintai Klarifikasi
PEKANBARU || Dua pejabat Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Pekanbaru menolak memberikan ketera.







