pilihan +INDEKS
Antisipasi Masuknya Narkoba Ke Indonesia Menjelang NATARU,Bareskrim Amankan Sabu 222 Kg dan 200 Ribu Butir Ekstasi
PUBLIKTEKINI.COM,JAKARTA - Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri mengungkap peredaran 222 kilogram sabu, 200.000 butir ekstasi dan 4.750 butir happy five. Narkoba itu rencananya bakal diedarkan di tempat hiburan malam saat Tahun Baru.
"Kami menduga ini akan diedarkan di kota kota besar di Indonesia, di mana tempat hiburan malam dalam rangka perayaan natal dan tahun baru," ujar Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Krisno Siregar kepada wartawan, Kamis, 23 Desember.
Dalam kasus ini, tiga orang ditetapkan sebagai tersangka berinisial HB (26), FR (40), SJ (48). Mereka merupakan jaringan Indonesia-Malaysia dengan peranan yang berbeda.
"Pengungkapan kasus ini kerjasama dengan Dit Resnarkoba Polda Aceh serta Bea Cukai," kata Krisno.
Pengungkapan kasus ini berawal pada 16 Desember 2021. Di mana, polisi mendapat informasi adanya pengiriman narkoba di perairan Pesisir Simpang Ulim Aceh Timur.
Sehingga, tim melakukan pendalaman. Kemudian, mencurigai salah satu kapal yang sedang menjemput narkoba di perairan Malaysia.
"Akhirnya menangkap dua tersangka HB dan FR. Kemudian keduanya diinterogasi yang akhirnya berhasil menangkap SJ," kata Krisno.
Tersangka SJ berperan memerintahkan kedua tersangka lainnya untuk menjemput barang haram itu ke perairan Malaysia. Dia ditangkap di depan Mini Market Putri Kembar Jalan Medan-Banda Aceh, No. 5, Matong Glumpong Dua, Kecamatan Peusangan, Bireuen, pada 17 Desember.
Dari penangkapan itu, tim mengembangkan dan akhirnya menggeledah rumah SJ di Desa Jangka Keutapang, Kecamatan Jangka, Biruen. Hasilnya, ditemukan sekarung sabu dengan berat 12 kilogram.
"Dari hasil interogasi tersangka SJ, didapat keterangan bahwa dia dikendalikan oleh SF alias HT (DPO) berada di Malaysia," kata Krisno.
Saat ini, para tersangka sudah ditahan. Mereka dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) Jo Pasal 132 (1) UU RI No 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman pidana mati atau seumur hidup dan denda maksimal Rp10 miliar.
Sedangkan pasal subsidair yang dikenakan yakni Pasal 112 Ayat (2) Jo Pasal 132 (1) UU RI No 35 tahun 2009 tentang narkotika. ancaman hukuman pidana mati, penjara seumur hidup dan denda maksimal Rp8 miliar.
Berita Lainnya +INDEKS
PH Sukma Dewi Bongkar Polemik Dana Rp11 Miliar, Ellyatun Disomasi
PEKANBARU || Persoalan harta peninggalan keluarga almarhum H. Ahmad Bebas mencuat setelah Sukma D.
Liputan HUT RI di Minas Berujung Dugaan Ancaman terhadap Wartawan
SIAK || Seorang wartawan Catatanriau.com, Idris Harahap, mengaku mengalami intimidasi dan ancaman.
Lagi Perawatan di Klinik Kecantikan, Bos Besar Narkoba Kampung Bahari di Tangkap BNN RI
JAKARTA || Badan Narkotika Nasional (BNN) menangkap MR alias Bos Gendut, bandar narkoba besar di .
Advokat Bentrok dengan DC di Pekanbaru, LBH SPN Desak Polda Riau Usut Dugaan Premanisme
PEKANBARU || Ketegangan antara seorang advokat dan sejumlah orang yang diduga debt collector (DC).
Hakim Vonis Rata Abdul Wahid dan Kawan-Kawan 2 Tahun Penjara, KPK Ajukan Banding
PEKANBARU || Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengajukan upaya hukum banding atas vonis 2 tahun.
DPW GMPK Riau Kecam Keras Pengeroyokan Jurnalis di Siak: Intimidasi Terbuka Terhadap Pengawasan Publik
PEKANBARU || Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Gerakan Masyarakat Perangi Korupsi (GMPK) Provinsi Riau.







