pilihan +INDEKS
Berantas Peredaran Narkoba, Polda Riau Akan Pasang CCTV di Kampung Dalam dan Panger
Publikterkini.com - Meski sudah berulang kali dirazia, namun peredaran narkoba di Kampung Dalam dan Jalan Pangeran Hidayat (Panger) masih marak. Untuk memberantas peredaran gelap barang haram itu, Polda Riau akan memasang CCTV di daerah tersebut.
''Ada beberapa titik nantinya kita pasang CCTV di daerah tersebut,'' kata Kapolda Riau Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi, Kamis (1/7/2021).
Dikatakannya, ini merupakan strategi baru untuk memutus mata rantai peredaran narkoba itu tersebut. Selain itu, polisi juga akan mendirikan pos polisi di dua wilayah yang dinilai rawan terjadi peredaran barang haram itu.
''Saya sendiri nanti yang akan meresmikan pos tersebut,'' kata perwira tinggi yang mempunyai pangkat dua bintang dipundaknya ini.
Untuk memasang CCTV iyu, rencananya dalam minggu ini, pihaknya akan datang ke Kampung Dalam dan Panger tersebut. ''Dua daerah ini rawan, makanya harus kita bersihkan dari beredarnya narkoba,'' ungkapnya. *
Berita Lainnya +INDEKS
Deninteldam XIX/Tuanku Tambusai Ungkap Kasus Sabu di Gudang BBM Bengkalis
BENGKALIS || Personel Detasemen Intelijen Kodam (Deninteldam) XIX/Tuanku Tambusai berhasil mengun.
Diduga Ada Bekingan Oknum Pemred, Polisi Diminta Bongkar Jaringan Obat Golongan G di Subang
SUBANG ||Seorang penjual obat-obatan golongan G di Kabupaten Subang yang dikenal dengan nama Pedo.
Satpam PT SLS Ditembak di Areal Kebun, Polisi Selidiki Dugaan Aksi “Ninja Sawit”
PELALAWAN || Peristiwa mengejutkan terjadi di areal perkebunan PT Sari Lembah Subur (SLS), Desa G.
Kapolda Riau PDTH 12 Personel, Tegaskan: Tak Ada Ampun bagi Pengkhianat Institusi
PEKANBARU || Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan memimpin langsung upacara Pemberhentian Dengan.
Jatuh ke Dunia Gelap: Dua Mantan Polisi Diciduk Bersama 71 Pil Ekstasi
PEKANBARU || Satuan Reserse Narkoba Polresta Pekanbaru kembali membongkar jaringan peredaran nark.
Camat Aktif Jadi Tersangka Baru Kasus Pupuk Subsidi di Pelalawan, Kerugian Negara Tembus Rp34 Miliar
PELALAWAN || Skandal penyelewengan pupuk bersubsidi di Kabupaten Pelalawan kembali menyeret pejab.







