pilihan +INDEKS
Sungai Sail Belum Dinormalisasi, Ini Alasan Wako
Publikterkini.com - Aliran Sungai Sail belum kunjung dilakukan normalisasi pasca banjir yang merendam pemukiman warga disekitar bantaran sungai beberapa waktu lalu.
Wali Kota Pekanbaru, Dr Firdaus menyatakan, bahwa Sungai Sail merupakan kewenangan dan tanggungjawab pemerintah pusat. Namun, karena berada di wilayah Pekanbaru maka pemerintah kota juga turun tangan dalam upaya normalisasi.
"Ini termasuk kewenangan pemerintah pusat. Karena kita tuan rumah, maka perlu sinergi, dan komunikasi," kata Firdaus, hari ini.
Firdaus mengaku dirinya telah memerintahkan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Pekanbaru untuk melakukan koordinasi dengan pemerintah pusat melalui Balai Sumber Daya Air Kementrian PUPR.
Ia meminta agar normalisasi segera dilakukan disepanjang aliran Sungai Sail. Firdaus menjelaskan, untuk penanganan dan tanggungjawab sungai sendiri ada pada tiga tingkatkan. Tingkatan pertama pemerintah pusat melalui Kementerian PUPR dan KLHK, lalu pemerintah provinsi, dan Kabupaten/Kota.
"Kita sudah berkoordinasi dengan PUPR Provinsi, Kementrian PU untuk rancangan kita melakukan normalisasi sungai," terangnya.
Ia menyebut, Sungai Sail terjadi pendangkalan. Pendangkalan pengaruh terkait adanya masyarakat yang menambang pasir liar di sekitar bantaran sungai.
"Ini tak bisa dicegah karena kucing-kucingan dengan Satpol PP, lurah dan RW. Ini soal perut, susah juga," jelasnya.
Sebelumnya, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Pekanbaru Indra Pomi Nasution mengatakan, pihaknya berkoordinasi dengan Balai Wilayah Sungai Sumatra (BWSS) untuk meminta bantuan alat operasional.
"Kita tunggu alat berat dari BWSS. Kita butuh long arm dua unit," kata Indra Pomi, Rabu (23/6) lalu.
Ia mengungkapkan, bahwa BWSS telah menunjuk Dinas PUPR Pekanbaru sebagai penanggung jawab dalam normalisasi aliran Sungai Sail. Normalisasi sungai masih terkendala akibat keterbatasan alat operasional yang dimiliki Pemko Pekanbaru.
PUPR juga diminta untuk membebaskan sejumlah bangunan yang ada di bantaran sungai. Bangunan ini membuat penyempitan pada badan sungai. Nantinya bangunan akan dirobohkan guna memperluas badan sungai.
Indra mengaku tengah menginfetarisir sejumlah hambatan yang membuat penyempitan pada badan sungai. Pihaknya juga tengah melakukan negosiasi terhadap pemilik bangunan yang berada di sepanjang bantaran sungai. *
Berita Lainnya +INDEKS
Waspada Produk Kedaluwarsa, Wawako Pekanbaru Minta Warga Lebih Selektif Jelang Lebaran
PEKANBARU || Warga harus mewaspadai produk makanan maupun minuman kedaluwarsa jelang Lebaran 2026.
Plt Gubri Pastikan Perbaikan Jalan Provinsi di Kampar Berjalan Baik
KAMPAR || Plt Gubernur Riau, SF Hariyanto melakukan peninjauan langsung terhadap kondisi ruas jal.
Terobosan Agung Nugroho! Sampah di Pekanbaru Bisa Disulap Jadi Cuan
PEKANBARU || Wali Kota (Wako) Pekanbaru, Agung Nugroho terus mempertegas komitmennya dalam mewuju.
Plt Gubernur Riau Lantik Direktur RSUD Arifin Achmad dan Sekretaris DPRD Riau
PEKANBARU || Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau (Gubri) SF Hariyanto resmi melantik dua pejabat .
Geger Dugaan Pesta LGBT, Wali Kota Pekanbaru Turun Tangan Segel New Paragon
PEKANBARU || Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, memimpin langsung penyegelan tempat hiburan mala.
Wawako Pekanbaru Lantik 22 Pejabat, Dorong Akselerasi Kinerja dan Pelayanan Publik
PEKANBARU || Wakil Wali Kota (Wawako) Pekanbaru, Markarius Anwar, melantik 22 pejabat eselon III .







