pilihan +INDEKS
Usut Korupsi di Kuansing, Giliran Mantan Ketua DPRD Diperiksa Jaksa
Publikterkini.com - Penyelidikan kasus dugaan tindak pidana korupsi proyek pembangunan Pasar Modern masih bergulir di Kejari Kuansing. Untuk membongkar kasus tersebut, sejumlah pihak terkait dipanggil tim jaksa penyidik.
Kini giliran mantan Ketua DPRD Kuansing, Muslim yang diperiksa, Senin (24/5/2021). Muslim menjabat ketua DPRD Kuansing, sebelum Andi Putra. Sebelumnya, mantan Bupati Kuansing Sukarmis, Bupati Kuansing terpilih, Andi Putra yang jalani pemeriksaan.
''Sudah belasan orang yang diperiksa. Mereka pihak-pihak yang tahu tentang pelaksanaan proyek tersebut. Pemeriksaan itu untuk menemukan benang merah soal proyek mengkrak yang menghabiskan uang rakyat puluhan miliar ini,'' kata Kajari Kuansing, Hadiman MH, Selasa (25/5/2021).
Dijelaskannya, Muslim diperiksa karena dianggap sebagai pihak yang mengetahui jalan cerita permasalahan awal proyek tersebut. Dari keterangan Muslim, kini data jaksa penyidik semakin bertambah.
''Pak Muslim diperiksa mulai Pukul 09.30 WIB hingga 14.30 WIB. Ada sekitar 25 pertanyaan,'' kata Hadiman.
Hadiman juga mengaku akan memeriksa mantan Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kuansing, Fachrudin. Karena menurutnya, Fachrudin juga sangat mengetahui inti dari masalah pembangunan awal pasar modern tersebut.
Proyek tiga pilar seperti Pasar Tradisional Berbasis Moderen, Gedung UNIKS dan Hotel Kuansing, diketahui pembangunannya dilakukan pada 2014 yang lalu.
Yang mana, nama-nama yang diperiksa jaksa seperti Sukarmis selaku Bupati dan Zulkifli Selaku Wakil Bupatinya saat itu, sementara Indra Agus selaku Kepala Bapeda.
Sedangkan Bupati terpilih saat ini Andi Putra, pada 2014 yang lalu itu duduk sebagai Ketua DPRD Kuansing. Sementara untuk anggaran Pasar Tradisional Berbasis Modern itu mencapai Rp44 miliar dan dalam pembangunannya dilaksanakan oleh PT Guna Karya Nusantara.
Sedangkan untuk UNIKS dan Hotel Kuansing masing-masing memiliki anggaran Rp 51 miliar dan Rp41 miliar. Namun, pembangunannya yang berawal dari tahun 2014 hingga tahun 2015 tidak selesai dan sempat dianggarkan lagi untuk biaya penambahan pada tahun 2015 dengan anggaran masing-masing Rp5 miliar untuk Pasar, Rp8 miliar untuk Hotel Kuansing dan Rp 23 miliar untuk UNIKS. Ketiga proyek ini bermasalah, karena hingga kini tak kunjung selesai, alias mangkrak. *
Berita Lainnya +INDEKS
Deninteldam XIX/Tuanku Tambusai Ungkap Kasus Sabu di Gudang BBM Bengkalis
BENGKALIS || Personel Detasemen Intelijen Kodam (Deninteldam) XIX/Tuanku Tambusai berhasil mengun.
Diduga Ada Bekingan Oknum Pemred, Polisi Diminta Bongkar Jaringan Obat Golongan G di Subang
SUBANG ||Seorang penjual obat-obatan golongan G di Kabupaten Subang yang dikenal dengan nama Pedo.
Satpam PT SLS Ditembak di Areal Kebun, Polisi Selidiki Dugaan Aksi “Ninja Sawit”
PELALAWAN || Peristiwa mengejutkan terjadi di areal perkebunan PT Sari Lembah Subur (SLS), Desa G.
Kapolda Riau PDTH 12 Personel, Tegaskan: Tak Ada Ampun bagi Pengkhianat Institusi
PEKANBARU || Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan memimpin langsung upacara Pemberhentian Dengan.
Jatuh ke Dunia Gelap: Dua Mantan Polisi Diciduk Bersama 71 Pil Ekstasi
PEKANBARU || Satuan Reserse Narkoba Polresta Pekanbaru kembali membongkar jaringan peredaran nark.
Camat Aktif Jadi Tersangka Baru Kasus Pupuk Subsidi di Pelalawan, Kerugian Negara Tembus Rp34 Miliar
PELALAWAN || Skandal penyelewengan pupuk bersubsidi di Kabupaten Pelalawan kembali menyeret pejab.







