pilihan +INDEKS
Jangan Sepelekan Batu yang Nyangkut di Alur Ban, Bisa Bikin Ban Rusak
Publikterkini.com - Kerikil yang tersangkut di alur ban mobil atau motor kadang dianggap sepele. Padahal efeknya bisa bahaya!
Ada yang beranggapan nanti juga akan terlepas sendiri saat ban berputar.
Memang sih pada ban modern punya teknologi untuk melepas batu yang masuk ke dalam celah-celah ban.
Jadi kalau ada kerikil kecil yang masuk ke celah ban dan terjepit di sana, benda tersebut bisa terpental sendiri saat ban berjalan.
Beberapa ban punya alur yang didesain sebagai stone ejector dan bikin batu bisa terpental keluar saat roda berjalan. Tapi itu berlaku buat batu yang punya shape atau bentuk berbeda dengan celah ban.
Jadi kalau ada batu kerikil yang masuk di ban dan ukurannya pas dengan alur, bukannya terpental malah bisa jadi makin menempel di alur ban.
Yang kerap disepelekan kalau pemilik kendaraan sudah melihat batu tersebut selama berhari-hari tapi cuek aja, hal tersebut bisa jadi ancaman seperti bom waktu.
Kerikil ini akan terus menekan ban (drilling), dan pasti ada efeknya ke ban. Semakin dalam, batu bisa melewati karet terus sampai ke kawat.
Lantas air bisa masuk dan merusak konstruksi ban, hal inilah yang bikin ban pecah.
Jadi sebaiknya kalau ada batu yang masuk sebaiknya dikeluarkan Sob.
Terutama untuk kamu yang kendaraannya sering memuat banyak beban seperti truk, bus, atau mobil barang.
Sementara itu Jusri Pulubuhu, Training Director Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) mengatakan, pembersihan batu kerikil yang menempel di permukaan ban termasuk dalam pre drive tire inspection.
"Jadi itu termasuk pre drive tire inspection, inspeksi yang dilakukan sbelum berkendara selain pengecekan tekanan udara pada ban, umur ban, dan bentuk ban juga melakukan pengecekan secara visual. Hal tersebut untuk melihat apakah terdapat partikel atau objek keras yang menempel pada alur ban," ucap Jusri
Hal tersebut harus dilakukan untuk menghindari potensi kerusakan ban. Jusri mengatakan, objek yang menempel pada ban jika digunakan dengan kecepatan tinggi dengan tekanan yang terus menerus akan berpotensi merobek ban bahkan membuat pecah ban yang membahayakan.
"Jadi itu yang sering dilupakan oleh banyak orang yang hanya mengecek tekanan udara dan bentuk fisik ban, padahal sangat beresiko," ucap Jusri.
Berita Lainnya +INDEKS
Kapolri-Titiek Soeharto Resmikan-Groundbreaking 110 Jembatan Merah Putih Presisi Riau
KAMPAR || Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo bersama Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediat.
Pelaku Pembunuhan Ermanto Usman, Sudirman Alias Yuda Ditangkap Di Jakut. Polisi Dalami Motif
JAKARTA || Sudirman alias Yuda, pelaku pembunuhan aktivis penggiat anti korupsi, Ermanto Us.
Damai, Dirjen Hubla Mediasi Pertikaian APBMI VS Koperasi TKBM Pelabuhan - Aliansi Pekerja
JAKARTA || Pertikaian antara Ketua APBMI (Asosiasi Pengusaha Bongkar Muat Indonesia), Juswandi Kr.
Bola Panas Kasus Bambang Joko, Dirkeu BPJS TK Terkait Korupsi Rp. 205,14 Milyar Kini Ditangan DJSN
JAKARTA || Bola Panas Kasus Direktur Keuangan (Dirkeu) BPJS Ketenagakerjaan, Bambang Joko S.
Ketua DPD Gerindra Provinsi Riau Sentil PDIP Soal Isu Dana Pendidikan Untuk MBG, M Rahul : Jangan Bangun Narasi Yang Menyesatkan
PEKABARU || Ketua DPD Gerindra Provinsi Riau Muhammad Rahul yang sekaligus Kapoksi Ko.
Forum Jamsos Minta Presiden Prabowo Copot Bambang Dirkeu BPJS Ketenagakerjaan Terkait Korupsi Hutama Karya Rp.205,14 Milyar
JAKARTA || Forum Jamsos meminta kepada Presiden Prabowo agar mencopot Bambang Joko Sutarto, Direk.







