pilihan +INDEKS
Antrean Panjang Diacara Resepsi Pernikahan Putri Wagub Kaltim, Dianggap Langgar Prokes
Publikterkini.com - Antrean panjang tamu undangan mengular dalam gelaran pesta pernikahan putri Wakil Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Hadi Mulyadi di hotel Samarinda, Rabu (26/5/2021). Padahal pandemik COVID-19 di Bumi Etam kembali melonjak sepekan lebih setelah lebaran.
Selain tanpa jarak satu meter, antrean tamu yang panjang juga menyebabkan tumpukan massa di areal ballroom hotel.
"Gak lama-lama di dalam (ruang resepsi). Langsung keluar tak ada salaman," ujar Ariyati, salah satu warga Samarinda yang juga tamu undangan resepsi.
Di lokasi ini, Khaulah Karimah, putri Wagub Kaltim bersama pasangannya Fendi melangsungkan acara resepsi pernikahan.
Jumlah tamu undangan diestimasi mencapai 2.000 orang.
Meski panitia sudah membuat skenario kehadiran tamu dalam tiga sesi yakni pukul 10.00 sampai 12.00 Wita, 12.00 sampai 14.00 Wita, dan 14.00 sampai 16.00 Wita, namun kerumunan massa tak terhindarkan.
Tamu mulai menumpuk ketika memasuki sesi akhir, saat undangan non-VIP mulai berdatangan.
Antrean terbentuk saat tamu awal datang menuju meja registrasi hingga saat memasuki ruang acara.
Menuju dua meja registrasi yang terletak di depan ballroom, para tamu sudah mengantre memanjang dari tangga naik ballroom.
Sementara, di sisi teras antrean juga memanjang menuju pintu masuk setelah tamu melakukan registrasi.
Antrean ini membentuk dua barisan memutar dari samping kiri teras menuju pintu masuk depan ballroom.
Menanggapi soal itu, Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kaltim Nataniel Tandirogang mengatakan, setiap kerumunan dengan jarak kurang dari satu meter maka dipastikan melanggar prokes Covid-19.
"Dan setiap ada pelanggaran prokes (protokol kesehatan) maka di situ ada potensi terjadi penularan," kata Natan saat dihubungi terpisah.
"Saya kira kalau memang ada pelanggaran prokes saat resepsi, maka kewajiban Pak Wagub untuk memberi penjelasan kepada masyarakat," sambung Natan.
Kepala Biro Humas Setprov Kaltim HM Syafranuddin tak mengelak kepadatan itu.
"Memang ada saat tertentu ada jumlah tamu yang cukup padat. Namun, dapat diurai oleh panitia sehingga tamu yang masuk ke dalam ruangan dibatasi," ungkap pria dengan sapaan Ivan ini.
Dia mengatakan, sebelum diadakan hajatan, sudah dikonsultasikan dengan tim Satgas Covid-19 Kaltim.
"Satgas Kaltim meminta agar panitia mengawasi tamu menggunakan masker dan jaga jarak. Namun, memang ada saat tertentu, jumlah tamu yang cukup padat," terang dia.
Meski demikian, Ivan tetap menyebut penerapan prokes dalam acara tersebut terlaksana dengan baik.
Dimulai dari pemeriksaan suhu tubuh, penyemprotan cairan disinfektan pada ruang transit sebelum masuk areal acara, pengaturan jaga jarak dalam ruangan, hingga tidak berjabat tangan dan lainnya.
Berita Lainnya +INDEKS
Indonesian Journalist Wach [IJW) Kritik Menhan Syafrie Sjamsoeddin Diskriminasi Retret Wartawan PWI Jelang HPN
JAKARA || Indonesian Journalist Watch (IJW) kritik Menteri Pertahanan (Menhan) .
Rakornas Nasional, Jhony Charles Tegaskan Komitmen Bangun Rokan Hilir
JAKARTA || Wakil Bupati Rokan Hilir, Jhony Charles, menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakorna.
Josal Panggil Mitra Kerjanya di Komisi XIII, Minta Kasus Nenek Sauda di Usut Tuntas
JAKARTA || Anggota Komisi XIII DPR RI, Arisal Aziz Fraksi Partai PAN, meminta agar kasus pe.
Temuan Daftar Perusahaan Terduga Pelanggar Reklamasi, Satgas Jaga Indonesia PP KAMMI Desak Pemerintah Lakukan Evaluasi
JAKARTA || Satuan Tugas (Satgas) Jaga Indonesia melakukan kajian mendalam terhadap pr.
Anggota Komisi XIII DPR RI Arisal Aziz Soroti Kasus Nenek Saudah yang "Stagnan" dan Kecewa Terhadap LPSK
JAKARTAV|| Anggota Komisi XIII DPR RI dari Fraksi Partai Amanat Nasional (FPAN), H. Arisal Aziz m.
Ketua DPD APDESI Riau Zulfahrianto Bertemu Menteri Desa, Dorong Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal
JAKARTA || Ketua Dewan Pimpinan Daerah Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (DPD APDESI) Pr.







