pilihan +INDEKS
Viral Video memilukan, Orangutan Kebingungan Saat Melintas di Area Tambang
Publikterkini.com - Sebuah tayangan video memperlihatkan seekor Orang Utan Kalimantan tengah berjalan di area terbuka yang dulunya hutan viral di media sosial.
Dalam rekaman video, orang utan tersebut tampak berjalan seperti kebingungan melihat lokasi sekitar yang tidak ada lagi hutan.
Ia juga tampak ketakutan melihat mobil yang ditumpangi pengambil video yang melintasi jalan tanah bekas hutan tersebut.
Kawasan yang dulunya ditumbuhi banyak pohon itu kini menjadi tandus. Diduga area tersebut sengaja dibuka untuk pembangunan akses jalan dan lokasi tambang serta perkebunan.
Berdasarkan keterangan video, area tersebut masuk dalam Wilayah Tenggarong Seberang, Kalimantan Timur.
Plt Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kaltim Nur Patria Kurniawan mengatakan, sudah menurunkan tim penyelamat satwa liar (wildlife rescue) ke lokasi untuk identifikasi lapangan.
Tim penyelamat satwa diturunkan ke lokasi. Saat ini, tim rescue masih identifikasi lapangan.
“Saya minta dilokalisir pakai drone, untuk melihat kemungkinan-kemungkinan, apakah di situ ada masih ada hutan atau sudah enggak ada,” kata dia.
Sampai saat ini dirinya belum mendapat laporan dari tim lapangan. Namun, lanjut Nur, jika hasil identifikasi ditemukan sudah tidak ada hutan di area situ, maka orangutan itu akan dicari dan dievakuasi ke tempat lain yang lebih memadai.
"Kami akan minta agar tidak dilakukan penambangan lagi di area situ yang mengganggu hutan orangutan," terang dia.
Manajer Program Perlindungan Habitat dari The Centre for Orangutan Protection (COP), Sari Fitriani menyebut, jika ada yang menganggap orangutan tersebut tersesat di area perusahaan, maka itu adalah asumsi yang keliru.
"Bukan orangutan yang tersesat, rumahnya yang digusur, mereka hanya mencoba bertahan," kata Sari saat dihubungi Kompas.com, Jumat (21/5/2021).
"Jika orangutan ditemukan di pinggir jalan, konsesi tambang atau perkebunan, atau bahkan pemukiman, bisa jadi di sana memang rumahnya atau bisa juga tempat mereka cari makan, " tambah dia.
Sari menjelaskan, kera besar ini sesungguhnya merupakan satwa yang pintar. Selain bisa mengetahui di mana rumahnya, orangutan juga memiliki insting akan bahaya dan ancaman yang baik.
"Orangutan juga mempunyai insting akan adanya ancaman atau gangguan. Mereka tidak akan mendekat kepada hal-hal yang mengancam keselamatan mereka," papar Sari.
Ia mencontohkan, secara alami orangutan akan menghindar ketika ada manusia di sekitarnya, bukan sebaliknya dan justru mendekat.
Ketika ditemukan ada orangutan yang mendekat ke kawasan manusia, itu bukan berarti mereka ingin menuju sumber bahaya, tetapi karena terdesak untuk bertahan hidup.
"Rumahnya yang digusur, tidak adanya ketersediaan pangan, dan sebagainya, mengharuskan mereka untuk mendekat ke source makanan yang rawan konflik dengan manusia," ungkap Sari.
Jika mereka muncul hanya untuk mencari makan, biasanya mereka akan kembali ke tempat yang aman. Namun, ada juga kasus kemunculan orangutan yang berakhir dengan kematian.
"Ada beberapa yang tidak bisa kemana-mana dan terpaksa tinggal di sana (area perusahaan/tambang/kegiatan manusia) dan berakhir mati karena sakit atau dibunuh manusia, karena belum tentu tempat mereka kembali itu ada," jelas Sari.
Ia menyebut, sejak September 2020-Mei 2021, tim dari COP telah mencatat 29 temuan orangutan di area kegiatan manusia.
Mulai dari area pertambangan batu bar, perkebunan kelapa sawit, pemukiman masyarakat, hingga pinggir jalan di Kalimantan Timur.
"Hanya dengan satu kali lewat jalan poros saja bisa ketemu orangutan hingga 2 individu. (Mereka) terlihat jelas (bahkan) dari jalan poros tanpa harus masuk treking ke hutan," ujar Sari.
Berita Lainnya +INDEKS
Indonesian Journalist Wach [IJW) Kritik Menhan Syafrie Sjamsoeddin Diskriminasi Retret Wartawan PWI Jelang HPN
JAKARA || Indonesian Journalist Watch (IJW) kritik Menteri Pertahanan (Menhan) .
Rakornas Nasional, Jhony Charles Tegaskan Komitmen Bangun Rokan Hilir
JAKARTA || Wakil Bupati Rokan Hilir, Jhony Charles, menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakorna.
Josal Panggil Mitra Kerjanya di Komisi XIII, Minta Kasus Nenek Sauda di Usut Tuntas
JAKARTA || Anggota Komisi XIII DPR RI, Arisal Aziz Fraksi Partai PAN, meminta agar kasus pe.
Temuan Daftar Perusahaan Terduga Pelanggar Reklamasi, Satgas Jaga Indonesia PP KAMMI Desak Pemerintah Lakukan Evaluasi
JAKARTA || Satuan Tugas (Satgas) Jaga Indonesia melakukan kajian mendalam terhadap pr.
Anggota Komisi XIII DPR RI Arisal Aziz Soroti Kasus Nenek Saudah yang "Stagnan" dan Kecewa Terhadap LPSK
JAKARTAV|| Anggota Komisi XIII DPR RI dari Fraksi Partai Amanat Nasional (FPAN), H. Arisal Aziz m.
Ketua DPD APDESI Riau Zulfahrianto Bertemu Menteri Desa, Dorong Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal
JAKARTA || Ketua Dewan Pimpinan Daerah Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (DPD APDESI) Pr.







