pilihan +INDEKS
Objek Wisata di Pesisir Selatan Sumbar Ditutup, Pemkab Pesisir Selatan kehilangan PAD Rp. 600 Juta
Publikterkini.com - Masuk dalam zona oranye (risiko sedang) penularan Covid-19 bersama 14 Kabupaten/Kota di Sumatera Barat (Sumbar) Pemerintah Daerah Kabupaten Pesisir Selatan, mulai dari tanggal 12 Mei 2021 resmi menutup seluruh kawasan objek wisata didaerah tersebut.
“Ya, seluruh objek wisata di Pessel resmi kita tutup, dan penutupan dimulai besok pada Rabu 12 Mei sampai dengan 17 Mei 2021,” sebut Pj Sekretaris Daerah (Sekda) Emirda Ziswati pada.
Ia menerangkan, penutupan objek wisata tersebut dilakukan sesuai dengan Surat Edaran Gubernur Sumatera Barat Nomor 08/Ed/GSB-2021 tertanggal 6 Mei 2021.
Dimana dalam surat itu disampaikan, bahwa setiap Kabupaten/Kota yang ada di Sumatera Barat (Sumbar) yang masuk dalam kategori zona oranye dan merah. Maka wajib menutup kawasan objek wisata.
Akibat penutupan destinasi wisata selama libur Lebaran 2021, Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, kehilangan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sekitar Rp 600 juta dari retribusi masuk obyek wisata.
Pada 2019 atau sebelum pandemi Covid-19, tercatat 340.000 wisatawan yang berkunjung ke obyek wisata andalan Pesisir Selatan, yakni Pantai Carocok dan Kawasan Mandeh.
"Sebelum Covid-19 tahun 2019, tercatat ada 340.000 wisatawan yang berkunjung ke objek wisata selama libur Lebaran. PAD yang dikumpulkan sampai Rp 600 juta," kata Bupati Pesisir Selatan Rusma Yul Anwar.
Menurut Rusma, uang sebanyak Rp 600 juta itu hanya berasal dari retribusi pintu masuk obyek wisata. Jumlah itu belum termasuk perputaran ekonomi yang terjadi saat itu.
"Perputaran ekonomi ini yang banyak. Berapa banyak uang yang dibelanjakan wisatawan di sini. Miliaran lebih," kata Rusma.
Pemkab Pesisir Selatan harus rela kehilangan PAD senilai Rp 600 juta itu demi kesehatan dan keselamatan masyarakat.
"Ini kebijakan pemerintah yang harus kita dukung demi kesehatan kita bersama," kata Rusma.
Menurut Rusma, penutupan obyek wisata selama libur Lebaran berakhir hari ini.
Pihaknya bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah serta kepala Organisasi Perangkat Daerah terkait akan membahas evaluasi dan kebijakan selanjutnya.
"Nanti kita rapatkan. Apakah akan tetap kita lanjutkan penutupan atau kita buka, lihat saja nanti hasil keputusannya," jelas Rusma.
Berita Lainnya +INDEKS
Demo Akbar Desak Hukum Mati Koruptor Kakap dan Segera Sahkan UU Perampasan Aset
JAKRTA || Demo Akbar mahasiswa dan berbagai elemen penggiat anti korupsi mendesak Presiden Prabow.
Srikandi dari Pariaman, Dhifla Wiyani Lolos Jadi Hakim Agung Kamar Pidana MA
JAKARTA || Sebuah catatan sejarah dan kebanggaan baru terukir bagi masyarakat Sumatera Barat, khu.
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan Aktif Mendorong Seluruh Program Pemerintahan, Arisal Aziz : Saya Bangga Sebagai Kader PAN
JAKARTA || Anggota DPR RI Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Arisal Aziz, Merasa bangga s.
Legislator Komisi XIII Arisal Aziz Puji Kinerja Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan
JAKARTA || Anggota Komisi XIII DPR RI dari Fraksi Partai Amanat Nasional, Arisal Aziz, meng.
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan Aktif Mendorong Seluruh Program Pemerintahan Presiden RI H. Prabowo Subianto
JAKARTA || Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan aktif mendorong program swasembada pa.
Pangdam Kodam XIX Tuanku Tambusai Sambut Panglima TNI, Sinergi TNI Kian Kokoh di Kepulauan Riau
BATAM || Pangdam XIX Tuanku Tambusai Mayjen TNI Dr. Agus Hadi Waluyo, S.A.P., M.M., CHRMP., menya.







