pilihan +INDEKS
Presiden Jokowi Ingatkan Polri Harus Bijak Dalam Manfaatkan Kewenangan
Publikterkini.com - Presiden Joko Widodo mengingatkan Polri harus bijak dan bertanggung jawab menggunakan kewenangannya dalam melakukan penangkapan, penahanan, penggeledahan, penyitaan, dan lain sebagainya. Pasalnya, Indonesia adalah negara Pancasila yang demokratis serta menjunjung tinggi Hak Asasi Manusia (HAM).
"Saya ingatkan penggunaan kewenangan Polri melakukan penangkapan, melakukan penahanan, melakukan penggeledahan dan penyitaan dan seterusnya, harus dilakukan secara bijak dan bertanggung jawab, ingat negara kita negara Pancasila, negara demokrasi negara yang junjung tinggi HAM," katanya di Istana Negara, Jakarta, Kamis (1/7/2021).
Jokowi ingin Polri tampil tegas dan tanpa pandang bulu. Namun di sisi lain Korps Bhayangkara harus tampil sebagai pengayom dan pelindung masyarakat.
Kepolisian juga harus presisi dalam menjalankan tugasnya serta mendasarkan aktivitasnya pada peraturan perundang-undangan.
"Polri bukan hanya tampil tegas dan tanpa pandang bulu, tapi harus tampil sebagai pengayom dan pelindung masyarakat. Polri juga harus berwajah ramah dan selalu bersifat melayani masyarakat luas. Polri harus presisi dalam menjalankan wewenangnya, harus akurat dalam membuat keputusan, harus meurjuk pada peraturan perundang-undangan, dan harus menjunjung tinggi norma-norma martabat masyrakat," tutur Kepala Negara.
Jokowi juga berpesan agar pengembangan sumber daya manusia (SDM) di Polri harus diperhatikan secara serius mulai dari rekruitmen, pendidikan, promosi, semuanya harus dilakukan dengan transparan dan akuntabel.
Dibutuhkan karakter anggota yang sesuai dengan tugas-tugas Polri, sekaligus menguasai perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek).
Jokowi pun meminta supaya Polri terus membenahi manajemen dan kelembagaannya. Hal ini dalam rangka menghadapi tantangan zaman dan tuntutan masyarakat yang semakin kompleks.
Polri, kata dia, harus melakukan pembenahan komprehensif terkait kebijakan perencanaan, pengorganisasian, penganggaran, serta monitoring dan evaluasi dengan memanfaatkan pengetahuan dan teknologi terkini.
"Sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sangat cepat, bentuk-bentuk ancaman terhadap kepentingan masyarakat, bangsa dan negara juga semakin kompleks. Polri harus berpacu menguasai Iptek agar tidak kalah dengan pelaku kejahatan," kata Jokowi.
Jokowi juga berpesan agar jajaran kepolisian terus berperan aktif mendukung pelaksanaan kebijakan pemerintah dalam penanganan pandemi Covid-19.
"Di tengah keseriusan Polri terlibat aktif dalam penanganan pandemi Covid-19, Polri jangan lengah dalam menjalankan tugas-tugas pokoknya, Polri jangan lengah sedikit pun dalam menjaga keamanan ketertiban masyarakat dan penegakan hukum," kata Kepala Negara.
Berita Lainnya +INDEKS
Pembangunan Masjid Al-Ikhlas Dimulai, Wabup Rohil Ajak Warga Bersatu Membangun Rumah Ibadah
ROKAN HILIR || Wakil Bupati Rokan Hilir (Rohil), Jhony Charles, BBA., MBA., menghadiri peletakan .
Pengadilan Hubungan Industrial Pekanbaru Kabulkan Gugatan Pekerja, PT Sumatera Kemasindo dihukum Bayar Upah Sisa Kontrak Rp.32.000.000 kepada pekerja
PEKANBARU || Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Pekanbaru mengabulkan se.
Wawako Tinjau Salah Satu Stand Kendaraan Listrik Ramah Lingkungan
PEKANBARU ||Institut Bisnis dan Teknologi Pelita Indonesia kembali menggelar Pelita Indonesia Stu.
Pengurus HIPMI Riau Laporkan Dugaan Pelanggaran Mekanisme di HIPMI Riau ke SC dan OC Munas XVIII
PEKANBARU || Sehubungan dengan pelaksanaan Musyawarah Nasional (Munas) XVIII HIPMI, beberapa angg.
Wali Kota Pekanbaru H Agung Nugroho Pimpin Upacara peringatan Hardiknas 2026, Tegaskan Komitmen Memajukan Dunia Pendidikan
PEKANBARU || Bertempat di lapangan terbuka komplek Mal Pelayanan Publik (MPP) Jalan Jendera.
Patroli Udara dan Pemadaman Karhutla di Pelalawan dan Pemadaman kebakaran Lahan Gambut
PELALAWAN || Upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau terus dilakuk.







