pilihan +INDEKS
Keponakan Megawati Diperiksa Kejati Terkait Kasus Pembangunan Masjid yang Mangkrak
Publikterkini.com - Mantan Ketua DPRD Sumatera Selatan Giri Ramanda Kiemas dipanggil penyidik Kejaksaan Tinggi Sumsel untuk diperiksa dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi pembangunan Masjid Raya Sriwijaya.
Ini merupakan panggilan kedua. Keponakan Megawati Soekarnoputri itu mengaku penganggaran pembangunan sesuai prosedur.
Giri menyebut pemeriksaan terhadap dirinya untuk melengkapi berkas perkara tersangka mantan Sekda Sumsel Mukti Sulaiman dan mantan Kabiro Kesejahteraan Rakyat Setda Sumsel Ahmad Nasuhi.
Namun, Giri mengaku memberikan keterangan hanya untuk kelengkapan saja.
"Hari ini saya dipanggil untuk ditanya kenal tidak dengan pak Mukti dan pak Nasuhi, ya saya bilang kenal lah. Tadi ada 20 pertanyaan, hanya untuk melengkapi saja," ungkap Giri, Selasa (29/6).
Menurutnya, keterangan lengkap sudah diberikannya pada saat pemeriksaan pertama awal tahun lalu.
Termasuk juga penyerahan berkas-berkas penganggaran di DPRD Sumsel kepada penyidik pidana khusus.
"Berkas-berkas yang dibutuhkan penyidik pun sudah kami berikan semua," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kota Palembang Isnaini Madani menolak berkomentar banyak terkait pemeriksaan terhadap dirinya.
"Tanya soal pariwisata saja, kalau itu saya no comment, saya cuma diminta konfirmasi saja," kata Isnaini.
Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Sumsel Khaidirman mengatakan, saat pembangunan masjid berlangsung, Giri sebagai Ketua DPRD Sumsel.
Sementara Isnaini menjabat ketua divisi perencanaan teknis pembangunan Masjid Raya Sriwijaya.
"Siapa pun akan dipanggil. Ketika penyidik membutuhkan keterangan saksi, kita akan hadirkan. Kedua saksi hari ini untuk dua tersangka kemarin," kata Khaidirman.
Dalam kasus ini, Kejati menilai, ada indikasi korupsi dalam pembangunan masjid yang diproyeksi akan menjadi yang terbesar di Asia, dengan luas lahan 20 hektar. Pemprov Sumsel telah mengeluarkan Rp 130 miliar untuk pembangunan awal masjid.
Namun, hingga kini proyek masjid tersebut mangkrak.
Penyidik telah menahan empat tersangka, yakni Ketua Umum Panitia Pembangunan Masjid Raya Sriwijaya 2015-2018, Eddy Hermanto.
Kemudian Ketua Panitia Divisi Lelang Pembangunan Masjid Sriwijaya, Syarifudin.
Berikutnya, Project Manager PT Brantas Abipraya-PT Yodya Karya, Yudi Arminto dan Kerja sama Operasional (KSO) PT Brantas Abipraya-PT Yodya Karya, Dwi Kridayani.
Berita Lainnya +INDEKS
Zulfahrianto,Kepala Desa Sontang Sekaligus Ketua DPD APDESI Provinsi Riau Terima Penghargaan dari Bupati Rokan Hulu
ROHUL || Zulfahrianto, S.E, Kepala Desa Sontang sekaligus Ketua DPD APDESI Provinsi Riau, kembali.
DPP SPKN Desak Pemko Pekanbaru Tertibkan Perusahaan Jaringan Kabel Fiber Optik Yang Ada Di Pekanbaru
PEKANBARU || Melalui Sekretaris Jenderal Solidaritas Peduli Keadilan Nasional ( DPP-SPKN ) Frans .
KPK Geledah Mobil Dinas Plt Gubernur dan Sekdaprov Riau, Bawa Sejumlah Dokumen Penting
PEKANBARU || Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan penggeledahan di l.
Plt Gubri SF Hariyanto Tegaskan Pelayanan Publik di Riau Tetap Berjalan
PEKANBARU || Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, menegaskan bahwa roda pemerintaha.
Ngopi Bareng Kapolda Riau, Gubernur Abdul Wahid dan SF Harianto Kompak Bangun Riau
PEKANBARU || Suasana sore di kediaman resmi Gubernur Riau, Jalan Diponegoro, Pekanbaru, Kamis (30.
Danrem 031/WB Kunjungi Polres Kampar, Sinergitas TNI-Polri Semakin Solid Jaga Kamtibmas
KAMPAR || Sinergitas dan soliditas antara Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Republi.







