pilihan +INDEKS
Truk Pengangkut Bahan Bangunan Terguling di Permata Hijau, Diduga Sopir Mengantuk
Publikterkini.com - Sebuah truk pengangkut beton terguling di Jalan Raya Arteri Permata Hijau, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan subuh tadi. Truk terguling setelah sebelumnya menghantam separator bus Transjakarta.
"Pengemudi kehilangan konsentrasi karena mengantuk, kemudian oleng ke kanan menabrak separator busway," ujar Kanit Laka Lantas Polres Metro Jakarta Barat Ajun Komisaris Suharno, Sabtu, 19 Juni 2021.
Suharno menjelaskan, peristiwa kecelakaan truk berwarna hijau itu terjadi sekitar pukul 04.00 WIB.
Truk dengan nomor polisi A 9435 ZB semula melintas dari arah Barat menuju Timur Jalan Arteri Permata Hijau.
Namun tepat di lampu merah Permata Hijau tiba-tiba truk tersebut menabrak separator busway hingga terguling.
"Mengantuk kemudian oleng kekanan menabrak sparator Bus Way lanjut kendaraan terguling miring," kata Suharno.
Pengendara truk masih dalam proses pemeriksaan di kantor polisi. Selain itu, Suharno memastikan tak ada korban luka akibat peristiwa ini.
Berita Lainnya +INDEKS
Kebakaran di Bukit Raya Pekanbaru, Bocah 7 Tahun Tewas Terpanggang
PEKANBARU || Api membumbung tinggi membelah langit dini hari di Jalan Tengku Bey, Kelurahan.
Tiga Harimau Sumatra Kembali Muncul di Desa Pulau Muda, Warga Resah
PELALAWAN || Tiga ekor harimau Sumatra kembali menampakkan diri di wilayah Desa Pulau Muda, Kecam.
Danau Rawang Udang Luluh Lantah Oleh Aktivitas PETI, APH Diduga Tak berdaya Hadapi Pelaku
KUATAN SINGNGI || Aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang berlangsung di ba.
Mobil Terjun ke Kanal di Koridor RAPP Pelalawan, 2 Karyawan Bank Meninggal
PELALAWAN || Kecelakaan lalu lintas tunggal kembali merenggut korban jiwa di Kabupaten Pelalawan..
Tiga Hari Hilang, Bocah 8 Tahun Ditemukan Tewas di Sungai Rohul
PEKANBARU || Tim SAR gabungan akhirnya dapat menemukan seorang bocah korban tenggelam di Sungai N.
Ledakan Dahsyat Pipa Gas TGI Rusak Rumah Warga di Inhu
INHU || Sebanyak lima unit rumah warga mengalami kerusakan akibat ledakan pipa gas tanam milik PT.







