pilihan +INDEKS
Festival Gajah di Rumah Singgah Tuan Kadi, Polda Riau Gaungkan Isu Kepunahan di Tengah Antusiasme Warga
PEKANBARU || Suasana berbeda terasa di Rumah Singgah Tuan Kadi, Kecamatan Senapelan, Kota Pekanbaru, Sabtu malam (11/4/2026).
Ratusan warga tumpah ruah memadati lokasi untuk menyaksikan festival bertema gajah yang dikemas melalui pertunjukan teatrikal sarat pesan lingkungan.
Kegiatan yang diinisiasi bersama oleh Polda Riau ini menampilkan kisah kehidupan gajah Sumatera di Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN), mulai dari konflik habitat hingga ancaman perburuan liar yang kian mengkhawatirkan.
Pertunjukan disajikan dengan konsep visual kuat dan alur cerita menyentuh, sehingga mampu menarik perhatian sekaligus menggugah emosi penonton.
Sejak awal acara, antusiasme masyarakat sudah terlihat. Banyak pengunjung datang bersama keluarga, bahkan rela berdesakan demi mendapatkan posisi terbaik.
Salah seorang warga, Seli, mengaku datang dari kawasan Pandau, Kabupaten Kampar, bersama keluarga.
Ia menyebut kegiatan ini menjadi sarana edukasi yang efektif untuk mengenalkan satwa dilindungi kepada anak-anak.
“Kegiatan ini sangat menarik. Anak saya suka sekali melihat teatrikal dengan tema gajah TNTN. Saya juga baru tahu kalau hewan sebesar itu ternyata hampir punah akibat perburuan liar,” ujarnya.
Tak hanya pertunjukan seni, suasana malam minggu semakin semarak dengan kehadiran ratusan siswa sekolah dasar yang mengikuti lomba mewarnai.
Kegiatan ini menambah nuansa edukatif sekaligus menjadi hiburan keluarga. Panitia juga menyerahkan hadiah kepada pemenang lomba baca puisi tingkat nasional sebagai bentuk apresiasi terhadap bakat seni generasi muda.
Dalam sambutannya, Kapolda Riau Herry Heryawan menyebut festival ini sebagai kegiatan perdana berskala nasional yang digelar di Pekanbaru.
Ia menegaskan bahwa acara tersebut tidak sekadar hiburan, tetapi juga menjadi sarana edukasi moral bagi masyarakat.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin mengajak masyarakat untuk peduli terhadap kelestarian satwa liar. Gajah saat ini berada di ambang kepunahan, sehingga perlu perhatian dan perlindungan bersama,” tegasnya.
Ia menambahkan, keterlibatan kepolisian merupakan bagian dari pendekatan humanis kepada masyarakat, sekaligus mendorong kesadaran kolektif dalam menjaga lingkungan dan satwa dilindungi.
Acara ini turut dihadiri Wakapolda Riau Hengki Haryadi, jajaran pejabat utama, serta unsur Forkopimda Kota Pekanbaru dan Provinsi Riau.
Melalui balutan seni, edukasi, dan kolaborasi lintas pihak, festival gajah ini tak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga menyampaikan pesan kuat: menjaga kelestarian alam dan satwa liar adalah tanggung jawab bersama.
Berita Lainnya +INDEKS
Bhabinkamtibmas Polsek Bandar Sei Kijang Gelar Sambang Warga di Desa Muda Setia, Ajak Jaga Kamtibmas
PELALAWAN II Dalam upaya memperkuat kehadiran Polri di tengah masyarakat, Bhabinkamtibmas Polsek .
Jalin Sinergitas,Kapolsek Bandar Sei Kijang Baru Kunjungi Kantor Camat
PELALAWAN II Dalam rangka memperkuat sinergitas Forkompimcam dan tokoh masyarakat, Kapolsek Banda.
Polsek Bandar Sei Kijang Kembali Laksanakan Patroli Karhutla Pentingnya menjaga lingkungan dan mencegah Kebakaran Lahan
PELALAWAN II Personel Polsek Bandar Sei Kijang melaksanakan kegiatan patroli karhutla (kebakaran .
Polsek Bandar Sei Kijang Gelar "Minggu Kasih" di Gereja GPDI Alpha Omega, Ciptakan Suasana Sejuk dan Kondusif
PELALAWAN II Dalam rangka menciptakan suasana yang sejuk dan kondusif di tengah masyarakat, Polse.
Andry Saputra: Penetapan Muhammad Rahul sebagai Calon Tunggal Bukti Soliditas Karang Taruna Riau
PEKANBARU || Wakil Ketua DPRD Kota Pekanbaru, Andry Saputra, menyampaikan apresiasi atas pe.
Dilantik untuk Periode 2026-2031, Gema Sadhana Riau Siap Kawal Program Kesejahteraan Presiden Prabowo
PEKANBARU || Pengurus Gerakan Masyarakat Sanathana Dharma Nusantara (Gema Sadhana) Provinsi Riau .







