pilihan +INDEKS
Viral !! Menteri Agama Resmi Dilaporkan PW MOI Pekanbaru ke Polda Riau
PUBLIKTERKINI.COM,Pekanbaru - Menjadi sorotan publik karena pernyataannya yang menganalogikan pengeras suara masjid dengan gonggongan anjing, Perkumpulan Wartawan Media Online Indonesia (PW MOI) Kota Pekanbaru resmi melaporkan Yoqut Cholil Qoumas selaku Menteri Agama Republik Indonesia ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Kepolisian Daerah (Polda) Riau jalan Patimura Kota Pekanbaru, Sebtu (26/2/2022).
Menteri Yoqut Cholil Qoumas dilaporkan karena terkait pernyataan gonggongan anjing saat menjelaskan aturan speaker masjid dan musala untuk azan dan kegiatan lainnya. Yoqut Cholil Qoumas diketahui menyatakan hal tersebut saat wawancara usai menghadiri pertemuan dengan tokoh agama di Balai Serindit Kediaman Gubernur Riau Drs. H. Syamsuar, M.Si., Rabu (23/2/2022) lalu.
Laporan Resmi tersebut langsung disampaikan APRIANTO Ketua Perkumpulan Wartawan Media Online Indonesia (PW MOI) Kota Pekanbaru melalui Sekretaris Alexander Cowboy didampingi Kabid Hukum Mirwansyah SH.MH.
"Hari ini resmi kita laporkan Yoqut Cholil Qoumas selaku Menteri Agama Republik Indonesia. Alhamdullilah laporan kita telah di terima dengan Nomor : STPL / B / 111 / II / 2022 / SPKT / RIÀU, " ujar Mirwansyah SH.MH, Kabid Hukum PW MOI Kota Pekanbaru.
Menurut mirwansyah bahwa statement menteri agama Yaqut Cholil Qoumas dalam video yang viral saat wawancara usai menghadiri pertemuan dengan tokoh agama di provinsi riau tersebut jelas sudah memenuhi unsur perbuatan melawan hukum, yakni pasal pidana UU ITE atau pasal penistaan agama.
"Yang kita laporkan adalah pasal 28 ayat (2), Jo 45 ayat (2) dan Jo Pasal 156 a KUHP. Pasal 28 ayat (2) itu berkaitan dengan penistaan agama. Oleh karena itu, ini adalah sikap PW MOI Kota Pekanbaru yang mengutuk dan mengecam pernyataan Menteri Agama Republik Indonesia yang membandingkan TOA sebagai Instrumen untuk mengendangkan Azan sehari lima kali dengan suara gonggongan anjing, yang menurut kita statement itu sungguh sangat keterlaluan dan melukai hati umat Islam," jelas Kabid Hukum PW MOI, Mirwansyah, SH.MH.
Atas laporan tersebut, Mirwansyah Meminta kepada Kapolda Riau khususnya kepada Kapolri untuk menindak lanjuti dan segera mungkin dalam waktu sesingkat-singkatnya untuk memberikan keadilan kepada masyarakat.
"Berdasarkan laporan kita yang sudah di terima, maka kita meminta kepada Bapak Kapolda Riau dan khususnya kepada Bapak Kapolri untuk menindak lanjutinya. Dan dengan waktu sesingkat-singkatnya untuk memberikan keadilan kepada masyarakat sehingga Indonesia dalam keadaan baik-baik saja, kondusif, tentram dan damai dalam bingkai NKRI," tegas Mirwansyah.
Bukan hanya itu, pihaknya juga meminta Kepada Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo untuk memberhentikan secara tidak hormat Menteri Agama Republik Indonesia, Yoqut Cholil Qoumas.
"Ada dua hal permintaan kita yakni : proses hukum dan mencopot saudara menteri agama Yoqut Cholil Qoumas, kapasitasnya sebagai Menteri agama republik Indonesia " harapnya.
Sampai diterbitkan berita ini, Kabid Hukum PW MOI Kota Pekanbaru itu lagi-lagi menegaskan, bahwa pihaknya meminta kepada Menteri agama meminta maaf secara terbuka atau mundur secara tidak hormat.
"Laporan dan sikap kami sudah jelas, saudara Menteri gentlement meminta maaf kepada umat Islam dan masyarakat Indonesia, kita bersedia mencabut laporan, " tutup Mirwansyah.
Berita Lainnya +INDEKS
PH Sukma Dewi Bongkar Polemik Dana Rp11 Miliar, Ellyatun Disomasi
PEKANBARU || Persoalan harta peninggalan keluarga almarhum H. Ahmad Bebas mencuat setelah Sukma D.
Liputan HUT RI di Minas Berujung Dugaan Ancaman terhadap Wartawan
SIAK || Seorang wartawan Catatanriau.com, Idris Harahap, mengaku mengalami intimidasi dan ancaman.
Lagi Perawatan di Klinik Kecantikan, Bos Besar Narkoba Kampung Bahari di Tangkap BNN RI
JAKARTA || Badan Narkotika Nasional (BNN) menangkap MR alias Bos Gendut, bandar narkoba besar di .
Advokat Bentrok dengan DC di Pekanbaru, LBH SPN Desak Polda Riau Usut Dugaan Premanisme
PEKANBARU || Ketegangan antara seorang advokat dan sejumlah orang yang diduga debt collector (DC).
Hakim Vonis Rata Abdul Wahid dan Kawan-Kawan 2 Tahun Penjara, KPK Ajukan Banding
PEKANBARU || Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengajukan upaya hukum banding atas vonis 2 tahun.
DPW GMPK Riau Kecam Keras Pengeroyokan Jurnalis di Siak: Intimidasi Terbuka Terhadap Pengawasan Publik
PEKANBARU || Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Gerakan Masyarakat Perangi Korupsi (GMPK) Provinsi Riau.







