pilihan +INDEKS
Viral Video Nyabu di Mobil, Mantan Kasat Narkoba Polresta Pekanbaru Dituntut 6 Tahun Penjara
PUBLIKTERKINI.COM, PEKANBARU - Mantan Kasat Narkoba Polresta Pekanbaru, Kompol Yohanes Chaniago dituntut 6 tahun penjara. Jaksa Penuntut Umum (JPU) menyatakan terdakwa terbukti menyalahgunakan narkotika jenis sabu.
Tuntutan dibacakan JPU Zainal Effendi. Selain penjara, JPU juga menuntut terdakwa membayar denda Rp1 miliar, dengan ketentuan jika tidak dibayar, dapat diganti hukuman kurungan selama 3 bulan.
"Pembacaan tuntutan oleh JPU dilakukan pada Kamis (11/11/2021)," ujar Humas Pengadilan Negeri Pekanbaru, Tomy Manik, Selasa (23/11/2021).
Tomy menyebut, dalam amar tuntutannya, JPU menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana, percobaan atau permufakatan jahat untuk melakukan tindak pidana narkotika dan precursor narkotika.
JPU dalam persidangan dengan majelis hakim yang dipimpinnya Estiono menjerat Yohanes Chaniago dengan Pasal 112 ayat (1) Jo Pasal 132 Ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. "Hakim tunggal membacakan putusan," kata Tomy.
Dalam kasus ini, Yohanes chaniago tidak sendirian. Tiga rekan terdakwa lainnya yakni, M Rizky Khadafi, Tarmizi dan Ahmad Iskandar, juga telah dilakukan penuntutan.
JPU dalam dakwaan menyebutkan, penangkapan terhadap Yohanes dan tiga rekannya pada Kamis (1/4/2021) sekira pukul 19.30 WIB. Berawal dari sebuah video yang viral di sosial media. Dalam video itu terlihat seorang laki-laki di dalam mobil Honda Jazz warna hitam BM 1180 CL sedang menggunakan narkotika jenis sabu yang berhenti dan terekam oleh CCTV di belakang rumah Dinas Wakil Gubernur Jalan Bintara Kota Pekanbaru.
Selanjutnya anggota Tim Direktorat Reserse Narkoba Polda Riau mendapat perintah dari pimpinan untuk melakukan penyelidikan dan penangkapan terhadap laki-laki yang sedang berada didalam mobil tersebut.
Dari hasil penyelidikan diketahui bahwa orang yang menggunakan narkotika di dalam mobil Honda Jazz warna hitam BM 1180 CL tersebut seorang oknum polisi bernama Yohanes (terdakwa) dengan pangkat Kompol.
Kemudian anggota Ditresnarkoba Polda Riau mendapat informasi terdakwa sedang berada di Kepulauan Riau, tepatnya di Tanjung Pinang. Lalu, pada Jumat (2/4/2021) sekitar pukul 08.00 WIB petugas berhasil mengamankan terdakwa yang sedang berlibur di Tanjung Pinang.
Pada saat itu Yohanes telah diamankan oleh tim anggota Ditresnarkoba Polda Kepri. Kemudian dilakukan pengambilan urine terdakwa untuk tes sekaligus mengintrogasi terdakwa. Saat itu terdakwa mengaku bahwa orang yang sedang menggunakan narkotika jenis sabu didalam mobil Honda Jazz warna hitam BM 1180 CL yang viral di sosial media adalah dirinya bersama dengan tiga terdakwa lainnya.
Sementara tiga terdakwa lainnya telah ditangkap oleh tim Satuan Reserse Narkoba Polresta. Dari para terdakwa disita barang bukti seperangkat alat bong hisap yang terbuat dari botol yakult, buah kaca pirex bekas pakai yang digunakan oleh terdakwa.
Berita Lainnya +INDEKS
Tim Pembela Profesi Advokat PERADI Pekanbaru Antar Surat Atensi, Desak Penegak Hukum Tegas
PEKANBARU || Dalam menjaga marwah profesi, Tim Pembela Profesi Advokat DPC PERADI Pekanbaru menga.
Kabid Hukum DPW PWMOI Riau Akan Kawal Terus Laporan Penganiayaan Adv Desi, Lamban Kita Laporkan Ke Propam Polda Riau
PEKANBARU || Atas nama kebenaran dan keadilan, serta dalam rangka melindungi marwah advokat.
Operasi Senyap Bareskrim Polri Grebek THM MP Club, 60 Pengunjung di Angkut
PEKANBARU || Sebanyak 60 pengunjung tempat hiburan malam MP Club di Kota Pekanbaru, Riau, dinyata.
Syahidila Yuri : PBH PERADI Akan Kawal Kasus Dugaan Kekerasan terhadap Advokat Desi
PEKANBARU || Pusat Bantuan Hukum (PBH) PERADI Pekanbaru menyampaikan kecaman atas dugaan ke.
Rio Kasairy Desak Polresta Pekanbaru Bertindak, PWMOI Riau Kawal Kasus Advokat
PEKANBARU || Terkait penganiayaan dan penyekapan serta intimidasi yang dilakukan oleh seorang war.
Antar Surat Somasi Berujung Dugaan Kekerasan, Advokat Muda Lapor Polisi
PEKANBARU || Seorang advokat muda, Desi Silvia Angraini, SH, MH diduga menjadi korban kekerasan, .







.jpg)