pilihan +INDEKS
Gempa M 5,8 Guncang Mentawai Sumatera Barat
Publikterkini.com - Gempa berkekuatan magnitudo (M) 5,8 terjadi di Sumatera Barat. Gempa bumi ini tidak menimbulkan potensi tsunami.
BMKG melaporkan gempa itu terjadi pada Rabu (5/5/2021), pukul 08.24 WIB. Pusat gempa berada pada titik koordinat 2,04 lintang selatan dan 99,62 bujur timur.
"Tidak berpotensi tsunami," tulis BMKG.
Gempa ini terjadi pada jarak 3 km arah tenggara Tuapejat, Kepulauan Mentawai, Sumbar. Pusat gempa berada pada kedalaman 29 km.
Belum diketahui ada atau tidaknya korban jiwa akibat gempar tersebut. Begitu juga soal kerusakan.
Dalam keterangan resmi Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Bambang Setiyo Prayitno, dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas subduksi.
"Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi ini memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault)," terang Bambang.
Kepala Bidang Mitigasi Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono menambahkan, gempa yang terjadi merupakan jenis gempa dangkal akibat adanya aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia ke bawah Lempeng Eurasia tepatnya di bidang kontak antar lempeng atau biasa dikenal sebagai zona megathrust.
Karena gempa ini memiliki mekanisme sumber pergerakan naik (thrust fault), ini adalah salah satu indikasi kuat bahwa gempa ini memang terjadi di zona megathrust.
Mengingat kekuatannya yang cukup besar, gataran gempa dirasakan di banyak wilayah.
Masyarakat yang tinggal di Kabupaten Kepulauan Mentawai merasakan gempa dalam skala intensitas IV MMI.
Dalam kondisi ini, getaran dirasakan banyak orang di dalam rumah sementara di luar rumah dirasakan beberapa orang.
Getaran pun bisa membuat gerabah pecah, jendela atau pintu berderik, dan dinding berbunyi.
Gempa juga dirasakan wilayah Painan, Sumatera Barat pada skala intensitas III-IV MMI. Bila pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah.
Untuk wilayah Padang dan Pariaman merasakan gempa dalam skala intensitas III MMI. Di mana getaran dirasakan nyata di dalam rumah, terasa seakan ada truk berlalu.
Sementara kawasan Bukittinggi, Padang Panjang, dan Payakumbuh merasakan gempa dalam skala intensitas II MMI. Di mana getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang.
Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami.
"Gempa ini tidak berpotensi tsunami karena magnitudonya relatif kecil untuk dapat menciptakan deformasi di dasar samudra yang dapat mengganggu kolom air laut," tambah Daryono.
Hingga hari Rabu, 05 Mei 2021 pukul 08.45 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan ( aftershock ).
Berita Lainnya +INDEKS
Rakornas Nasional, Jhony Charles Tegaskan Komitmen Bangun Rokan Hilir
JAKARTA || Wakil Bupati Rokan Hilir, Jhony Charles, menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakorna.
Josal Panggil Mitra Kerjanya di Komisi XIII, Minta Kasus Nenek Sauda di Usut Tuntas
JAKARTA || Anggota Komisi XIII DPR RI, Arisal Aziz Fraksi Partai PAN, meminta agar kasus pe.
Temuan Daftar Perusahaan Terduga Pelanggar Reklamasi, Satgas Jaga Indonesia PP KAMMI Desak Pemerintah Lakukan Evaluasi
JAKARTA || Satuan Tugas (Satgas) Jaga Indonesia melakukan kajian mendalam terhadap pr.
Anggota Komisi XIII DPR RI Arisal Aziz Soroti Kasus Nenek Saudah yang "Stagnan" dan Kecewa Terhadap LPSK
JAKARTAV|| Anggota Komisi XIII DPR RI dari Fraksi Partai Amanat Nasional (FPAN), H. Arisal Aziz m.
Ketua DPD APDESI Riau Zulfahrianto Bertemu Menteri Desa, Dorong Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal
JAKARTA || Ketua Dewan Pimpinan Daerah Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (DPD APDESI) Pr.
PAM JAYA Beri Hibah CSR Program Sedekah Satu Juta Al - Qur'an Madas Nusantara Untuk Bencana di Sumbar, Aceh dan Sumut
JAKARTA || Perusahan Air Minum PAM JAYA mendukung Program Sedekah Satu Juta Al quran Madas Nusant.







