pilihan +INDEKS
Klarifikasi Resmi FG alias Fran Gultom: Saya Tidak Pernah Miliki Gudang BBM Ilegal di Jalan Melati, Itu Berita Hoax, Silahkan Cek Langsung Ke Lokasi, Hanya Gudang Kosong
PEKANBARU || Adanya pemberitaan di beberapa media online dan akun tiktok di media sosial belakang ini, yang memberitakan aktivitas penampungan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar ilegal di sebuah gudang di Jalan Melati, Kecamatan Bina Widya, Pekanbaru.
Dan Isu adanya penemuan gudang Bahan Bakar Minyak (BBM) ilegal di Jalan Melati, yang disebut milik FG alias Fran Gultom, terbukti tidak sesuai fakta. Klaim tersebut sempat memicu keresahan masyarakat dan menimbulkan persepsi negatif terhadap pihak yang disebut namanya. Jumat (20/3/2026)
Untuk memastikan kebenaran informasi, awak media melakukan penelusuran langsung ke lokasi yang dimaksud. Hasilnya, tidak ditemukan adanya aktivitas penyimpanan atau peredaran BBM ilegal, yang ada hanyalah sebuah gudang kosong, tanpa tanda-tanda keberadaan tangki, dan drum BBM, seperti apa yang telah diberitakan.
Temuan lapangan ini menegaskan bahwa pemberitaan sebelumnya tidak melalui verifikasi memadai, sehingga berpotensi menyesatkan publik dan mencoreng nama baik seseorang. Dalam kode etik jurnalistik, setiap informasi wajib diverifikasi dan melibatkan konfirmasi dari semua pihak terkait sebelum disiarkan.
Terkait hal tersebut, awak media ini mencoba untuk mengkonfirmasi langsung kepada FG, melalui sambungan telepon seluler WhatsApp nya, dan dengan tegas FG alias Fran Gultom membantah apa yang diberitakan oleh beberapa media yang menyudutkan dirinya.
"Saya sudah satu bulan ini di Medan pak, dan saya tentunya sangat terkejut ketika melihat pemberitaan yang menyebutkan bahwa saya seorang penampung BBM Ilegal, silahkan aja cek langsung kelokasi yang diberitakan, apa ada aktivitas penampungan BBM atau tidak", kata FG.
Untuk itu Saya berharap kepada rekan rekan awak media untuk dapat lebih objektif lagi dalam menerbitkan sebuah pemberitaan, artinya konfirmasi dan cek dulu lokasi yang dimaksud sebelum menerbitkan sebuah pemberitaan agar pemberitaan yang diterbitkan tidak merugikan nama baik seseorang dan tidak menimbulkan kegaduhan di tengah-tengah masyarakat, ujar FG
Dengan adanya Klarifikasi ini, masyarakat diimbau untuk lebih berhati-hati dalam menyikapi informasi yang beredar, terutama di media online maupun di media sosial.
Selain itu, klarifikasi ini diharapkan dapat meluruskan informasi di ruang publik, sekaligus menjadi pengingat bahwa kebenaran berita tidak boleh dikorbankan demi sensasi. Informasi yang tidak teruji hanya akan memicu kegaduhan dan merugikan masyarakat.
Penting untuk memverifikasi kebenaran sebuah informasi sebelum menyebarkannya agar tidak menimbulkan kesalah pahaman atau merugikan pihak tertentu.
Penyebaran informasi yang tidak akurat atau hoaks dapat berpotensi menciptakan keresahan di tengah masyarakat. Oleh karena itu, diharapkan agar setiap individu bijak dalam menerima dan membagikan berita, serta selalu mencari sumber informasi yang terpercaya.
(Tim**)
Berita Lainnya +INDEKS
Semarak HUT ke-81 TNI, Korem 031/WB Gelar Bazar Murah untuk Masyarakat
PEKANBARU || Dalam rangka menyemarakkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Tentara Nasiona.
Tim Gabungan Terus Berjibaku Padamkan Karhutla di Indragiri Hulu
INHU || Kodam XIX/Tuanku Tambusai bersama tim gabungan terus melaksanakan pemadaman dan pendingin.
Kodam XIX/Tuanku Tambusai Hadirkan Bazar Murah dan Layanan Kesehatan untuk Warga Dumai
DUMAI || Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen TNI Dr. Agus Hadi Waluyo, S.A.P., M.M., CHRMP menghad.
Patroli Karhutla! Kapolsek Bandar Sei Kijang Kembali Imbau Masyarakat Untuk Tidak Membakar Lahan
PELALAWAN II Personel Polsek Bandar Sei Kijang melaksanakan kegiatan patroli karhutla (kebakaran .
BHABINKAMTIBMAS POLSEK BANDAR SEI KIJANG PATROLI PASAR SEKIIJANG, HIMBAU WARGA WASPADA KEJAHATAN DAN PENIPUAN
PELALAWAN II Dalam upaya menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), Bhabi.
Berani Tarik Kendaraan Nunggak, Pemuda Pancasila Minta Warga Hubungi Dankoti MPC, Eri Bukik : Kita Sikat DC
PEKANBARU || Tindak kekerasan yang dilakukan oknum Debt Collector (DC) kian merajalela dan .







