pilihan +INDEKS
BEM Riau Nilai Pajak Air Permukaan Berpotensi Bebani Petani Sawit
PEKANBARU || DPRD Provinsi Riau mendorong optimalisasi Pajak Air Permukaan (PAP) sebagai salah satu langkah untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Upaya tersebut dilakukan melalui pembentukan panitia khusus (pansus) optimalisasi pendapatan daerah yang bertugas membahas potensi peningkatan pendapatan sekaligus meninjau regulasi yang berlaku, termasuk kebijakan pajak air permukaan.
Kebijakan PAP disebut ditujukan khusus kepada perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Riau dan tidak menyasar masyarakat umum.
Namun, Koordinator Pusat (Koorpus) Aliansi BEM se-Riau Bersatu, Muhammad Ikhsan, menilai kebijakan tersebut tetap berpotensi berdampak pada petani sawit kecil. Ia menyebut beban pajak yang dikenakan kepada perusahaan perkebunan sawit, dengan estimasi Rp1.700 per batang per bulan, kemungkinan akan ditransmisikan ke harga Tandan Buah Segar (TBS) melalui mekanisme tata niaga sawit.
“Memang PAP Rp1.700 per batang per bulan itu ditujukan kepada perusahaan, namun berpotensi yang bayar petani kecil karena dibebankan kepada harga TBS petani,” kata Ikhsan.
Diibaratkan Seperti Pajak di Kafe
Ikhsan mengibaratkan multiplier effect kebijakan tersebut seperti pajak yang dibebankan kepada pembeli saat bertransaksi di kafe, meskipun kewajiban pajak sebenarnya berada pada pihak usaha.
“Misalnya pak dewan sedang ngopi, pas bayar ada pajak yang dibebankan kepada pak dewan. Padahal yang wajib bayar pajaknya kan pihak kafe. Begitulah multiplier effect-nya,” ungkapnya.
Dorong Alternatif Hilirisasi Sawit
Menurut Ikhsan, untuk meningkatkan pendapatan daerah pemerintah perlu lebih kreatif dan inovatif dalam menciptakan peluang yang membantu masyarakat, bukan justru berpotensi menambah beban ekonomi.
Ia menyarankan DPRD mendorong pemerintah provinsi melirik peluang di sektor hilirisasi sawit, seperti mendirikan BUMD pengolahan minyak goreng. Selain meningkatkan PAD, langkah tersebut dinilai dapat membuka lapangan pekerjaan.
“Sebaiknya DPRD mendorong Pemprov bangun pabrik pengolahan minyak goreng saja. Selain meningkatkan PAD juga membuka lapangan pekerjaan,” katanya.
Minta Kajian Mendalam
Ikhsan berharap DPRD Riau dapat mengkaji dan mempertimbangkan secara matang rencana penerapan kebijakan PAP karena berpotensi memengaruhi harga TBS petani sawit. Ia menilai penurunan harga TBS akan berdampak langsung pada kemampuan ekonomi keluarga, termasuk pembiayaan pendidikan mahasiswa.
“Kami berharap rencana kebijakan PAP dikaji dan dipertimbangkan dengan matang karena dampaknya terhadap harga TBS. Kalau harga TBS turun kami susah bayar SPP, sebab ekonomi orang tua kami bergantung pada kelapa sawit,” tutupnya.***
Berita Lainnya +INDEKS
Bhabinkamtibmas Lubuk Ogung Monitoring Program Ketahanan Pangan Jagung Pipil Asta Cita Presiden
PELALAWAN II Bhabinkamtibmas Desa Lubuk Ogung, Aipda Aspan, melaksanakan kegiatan monitoring Prog.
Bhabinkamtibmas Polsek Bandar Sei Kijang Laksanakan Patroli di Pasar Sekijang, Sampaikan Imbauan Kamtibmas
PELALAWAN II Bhabinkamtibmas Kelurahan Sekijang Polsek Bandar Sei Kijang, Aiptu Zul Fadli Koto, S.
Polsek Bandar Sei Kijang Tanam Bibit Alpukat di Kantor BUMDes Muda Amanah
PELALAWAN II Polsek Bandar Sei Kijang, melaksanakan kegiatan penanaman bibit pohon di Kantor BUMD.
Razia THM di Pekanbaru, Satu Pengunjung Positif Narkoba Diamankan
PEKANBARU || Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polresta Pekanbaru bersama Dewan Pimpinan Cab.
Kodam XIX/Tuanku Tambusai Dorong Percepatan Pembangunan KDKMP di Wilayah Jajaran
PEKANBARU || Kodam XIX/Tuanku Tambusai menggelar paparan perkembangan pembangunan KDKMP di wilaya.
Danrem 031/WB Bersama Ketua Persit KCK Koorcab Rem 031 PD XIX/TT Gelorakan Gerakan Penghijauan
PEKANBARU || Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-80 Persit Kartika Chandra Kirana , Dan.







