pilihan +INDEKS
Pemuda Pontianak Ciptakan Aplikasi Belajar Al-Qur'an Berbasis AI
Publikterkini.com - Sekelompok anak muda asal Kota Pontianak, Kalimantan Barat berhasil menciptakan aplikasi belajar Alquran canggih. Disebut canggih, karena aplikasi tersebut dilengkapi dengan dengan teknologi kecerdasan buatan atau artificial inteligence (AI).
Aplikasi yang diberi nama Qara’a ini telah diluncurkan untuk versi 4.0 dengan tajuk wajah baru Qara’a.
“Dengan data tersebut maka Qara'a melakukan inovasi dengan menghadirkan sebuah aplikasi yang dilengkapi machine learning dan artificial inteligence yang dapat mengoreksi bacaan ayat penggunanya sampai ke tajwid dan harakat,” kata Ahmad Kamel, Managing Director Qara'a Indonesia, Senin (5/4/2021).
Kamel menerangkan, metode belajar Quran di aplikasi Qara'a berada pada tiga level dari tahapan tilawah pengenalan huruf, tahsin (belajar tajwid) sampai ke tahfidz.
Caranya pun sederhana. Kamel menjelaskan, pengguna hanya perlu melafalkan potongan ayat yang tertera di layar ponsel mereka sambil menekan ikon mikrofon.
“Dalam hitungan detik, hasil koreksi akan muncul. Setelah semua level selesai, pengguna akan mendapatkan sertifikat kelulusan,” ucap Kamel.
Dengan aplikasi ini, lanjut Kamel, masyarakat bisa belajar mengaji bahkan saat mereka hanya punya waktu cuma 5 menit.
“Kalau dulu, mungkin kita yang mendatangi atau mendatangkan guru ngaji ke rumah, sekarang guru ngaji bahkan selalu menemani kita pergi," terang Kamel.
Sementara Co-Founder Qara'a Indonesia, Hajon Mahdy Mahmudin menjelaskan, sejak 2018 pertama kali aplikasi tersebut dibuat, saat ini pengguna aktif Qara’a sudah mencapai 450 ribu orang per bulan. Kemudian startup ini juga masuk peringkat keenam aplikasi terlaris kategori pendidikan di Google Play Store.
"Qara’a menjadi aplikasi pertama buatan anak muda asal Kalimantan Barat yang mampu menembus peringkat 10 besar di Google Play Store. Sementara di Apple App Store, Qara’a masuk peringkat 100 besar aplikasi untuk seluruh dunia," jelasnya.
Dari 450 pengguna aktif aplikasi ini sebesar 87 persen merupakan orang Indonesia. Sementara terbanyak kedua sebesar lima persen dari negara Malaysia dan sisanya tersebar. Seperti di Taiwan, Jepang dan beberapa negara Eropa.
"Jika tahun 2021 ini Qara’a mencapai target satu juta pengguna di Indonesia, tahun depan Qara’a siap ekspansi ke negara tetangga Malaysia," kata Hajon.
“Pada Ramadhan nanti kami harap Qara’a juga menjadi aplikasi pilihan masyarakat untuk menemani ibadah puasa,” harap Hajon.
Berita Lainnya +INDEKS
Rakornas Nasional, Jhony Charles Tegaskan Komitmen Bangun Rokan Hilir
JAKARTA || Wakil Bupati Rokan Hilir, Jhony Charles, menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakorna.
Josal Panggil Mitra Kerjanya di Komisi XIII, Minta Kasus Nenek Sauda di Usut Tuntas
JAKARTA || Anggota Komisi XIII DPR RI, Arisal Aziz Fraksi Partai PAN, meminta agar kasus pe.
Temuan Daftar Perusahaan Terduga Pelanggar Reklamasi, Satgas Jaga Indonesia PP KAMMI Desak Pemerintah Lakukan Evaluasi
JAKARTA || Satuan Tugas (Satgas) Jaga Indonesia melakukan kajian mendalam terhadap pr.
Anggota Komisi XIII DPR RI Arisal Aziz Soroti Kasus Nenek Saudah yang "Stagnan" dan Kecewa Terhadap LPSK
JAKARTAV|| Anggota Komisi XIII DPR RI dari Fraksi Partai Amanat Nasional (FPAN), H. Arisal Aziz m.
Ketua DPD APDESI Riau Zulfahrianto Bertemu Menteri Desa, Dorong Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal
JAKARTA || Ketua Dewan Pimpinan Daerah Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (DPD APDESI) Pr.
PAM JAYA Beri Hibah CSR Program Sedekah Satu Juta Al - Qur'an Madas Nusantara Untuk Bencana di Sumbar, Aceh dan Sumut
JAKARTA || Perusahan Air Minum PAM JAYA mendukung Program Sedekah Satu Juta Al quran Madas Nusant.







