pilihan +INDEKS
Jangan ulangi Masa kelam Riau diselimuti Asap,, Raja Juli Antoni : Titik Api di Riau Telah Menurun Signifikan
PEKANBARU || Riau kembali memasuki masa rawan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Pemerintah pusat bersama unsur daerah menunjukkan keseriusan dalam pengendalian Karhutla.
Hal itu dibuktikan lewat Rapat Koordinasi Pengendalian Karhutla yang digelar, Rabu (23/7/25) di Balai Serindit bersama Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni GPS, Menteri Lingkungan Hidup Dr. Hanif Faisal, Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto, Kepala BMKG Prof. Dwikorita Karnawati.
Dalam rapat tersebut dihadiri juga oleh Pangdam I/Bukit Barisan Mayjen TNI Rio Ferdianto, dan Gubernur Riau Abdul Wahid, Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan,SIK.,MH.,M.Hum, unsur Forkopimda Riau, Bupati se Riau, Kapolres/ta jajaran Polda Riau.
Kepada awak media Menteri Kehutanan Republik Indonesia Raja Juli Antoni menyampaikan bahwa titik api di Riau telah menurun signifikan, dari 1.300 titik pada 16 Juli menjadi hanya 116 titik per hari ini (23/7).
Hal ini tidak lepas dari kerja keras tim darat seperti Manggala Agni, pasukan TNI-Polri, serta operasi udara yang didukung modifikasi cuaca dan water bombing.
Namun, ia mengingatkan bahwa hasil ini belum final. “Meskipun berhasil ditekan, kita tidak boleh lengah. Helikopter dan armada pemadam terus ditambah, dan personel gabungan akan dikerahkan lebih intensif, terutama di Rokan Hulu dan Rokan Hilir,” ujar Menteri Kehutanan.
Pemerintah menyadari bahwa sehebat apapun upaya penanggulangan yang dilakukan, tidak akan efektif tanpa kesadaran masyarakat. Menteri Lingkungan Hidup menekankan pentingnya edukasi hingga ke tingkat RT dan RW.
Gubernur Riau Abdul Wahid menambahkan bahwa partisipasi masyarakat adalah benteng pertama.
“Aktivitas sederhana seperti merokok, atau membakar untuk penerangan bisa memicu bencana bila tidak diawasi. Karena itu saya sudah minta semua kepala daerah membuat sistem siaga berbasis desa,” ujarnya.
Sementara itu, Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan, SIK.,MH.,M.Hum menyampaikan bahwa aparat tak main-main dalam penegakan hukum.
“Dalam seminggu terakhir, kami menetapkan 31 tersangka dari 25 kasus Karhutla di seluruh wilayah Riau, baik disengaja maupun tidak,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa sejak Januari 2025 hingga saat ini sudah ada 46 tersangka dari total 37 laporan kasus Karhutla. Bahkan, tidak menutup kemungkinan ke depan akan ada penetapan tersangka dari pihak korporasi.
“Tak ada alasan. Sekarang masa darurat. Bahkan yang membuang puntung rokok sembarangan pun bisa dikenakan pasal,” tegas Kapolda.
Para pemangku kebijakan kembali mengingatkan masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan.
“Jangan ulangi masa kelam Riau diselimuti asap, anak-anak tak sekolah, bandara lumpuh, ribuan jatuh sakit. Ini soal nyawa, bukan sekadar asap,” ujar Menteri Lingkungan Hidup.
Rapat koordinasi ini menjadi momen penting untuk menegaskan bahwa pemerintah tidak akan membiarkan Riau kembali dikepung asap.
Namun kuncinya tetap satu: peran aktif dan kesadaran masyarakat adalah fondasi utama dalam mencegah Karhutla.
Berita Lainnya +INDEKS
Apa Sebab Dibalik Mundurnya Arisal Aziz
JAKARTA || Pertanyaan ini menggelitik saya saat membaca berita mundurnya Anggota DPR Partai PAN A.
Ormas Madas Nusantara Kritik Mendes Yandri Mau Tutup Alfamart, Indomart dan Warung Madura. Lawan Kebijakan Kapitalis Mendes
JAKARTA || Ormas Masyarakat Madura Asli (Madas) Nusantara kritik dan melawan kebijakan kapitalis .
Arisal Aziz Anggota Komisi XIII DPR RI Kecewa Terhadap Kinerja Menteri Imipas Agus Andrianto
JAKARTA || Haji Arisal Aziz anggota komisi XIII DPR RI Fraksi Partai PAN kecewa terhadap kinerja .
Usulan LSM LIRA dan PWMOI Didengar, Presiden Prabowo Instruksikan Menkeu Purbaya Copot Dirjen BC Djaka Budi Utama
JAKARTA || Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa diminta Presiden Prabowo Subianto untuk.
Terseret Korupsi 61,3 Milyar, Ketua Umum DPP PWMOI dan LSM LIRA Desak Presiden Prabowo Segera Pecat Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama
JAKARTA ||Institusi Bea Cukai kembali tercoreng. Kali ini nama Dirjen Bea dan Cukai, Djaka Budi U.
Dari _Combat Force Menuju Strategic Force_, Seminar Nasional Seskoad Bahas Masa Depan TNI AD
BANDUNG ||Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat menggelar Seminar Nasional Pasis Dikreg LXVII T.







