pilihan +INDEKS
Hari Kebebasan Pers Dunia: Ketua FPR Riau Serukan Hentikan Kriminalisasi Wartawan dan Junjung Etika Jurnalistik
Publikterkini.com, Pekanbaru – Memperingati Hari Kebebasan Pers Dunia yang jatuh setiap tanggal 3 Mei, Ketua Forum Pemimpin Redaksi (FPR) Riau, Rahmat Handayani, menyuarakan keprihatinannya terhadap kondisi kebebasan pers yang dinilai semakin terbelenggu oleh tindakan represif dan pelanggaran hukum terhadap insan media.
Ditetapkan oleh Majelis Umum PBB sejak tahun 1993, Hari Kebebasan Pers Dunia semestinya menjadi momen untuk memperkuat peran pers sebagai pilar demokrasi. Namun, menurut Rahmat, saat ini banyak jurnalis masih mengalami tekanan hingga pelaporan hukum, meski telah menjalankan tugas sesuai dengan prinsip jurnalistik melakukan konfirmasi, wawancara dua pihak, dan menjaga keberimbangan.
“Sayangnya, kekuatan tangan besi masih kerap digunakan untuk membungkam suara pers. Padahal sudah ada nota kesepahaman antara Dewan Pers dan Polri yang jelas mengatur perlindungan terhadap karya jurnalistik,” ujar Rahmat, Jumat (3/5/2025).
Ia merujuk pada MoU Nomor: 03/DP/MoU/III/2022 dan NK/4/III/2022, yang bertujuan meminimalisasi kriminalisasi terhadap wartawan. Meski demikian, banyak kasus pelaporan tetap menggunakan pasal pidana umum atau UU ITE yang seharusnya tidak relevan terhadap produk jurnalistik.
Rahmat berharap Kepolisian Republik Indonesia dapat menginstruksikan seluruh jajarannya untuk benar-benar memahami dan menjalankan isi nota kesepahaman tersebut agar tidak lagi terjadi kriminalisasi wartawan, khususnya di kabupaten/kota di seluruh Indonesia.
Tak hanya itu, Rahmat juga mendorong Dewan Pers untuk terus membenahi perusahaan media agar mematuhi regulasi yang berlaku, sehingga profesionalisme dan perlindungan terhadap wartawan dapat berjalan beriringan.
“Saya tegaskan, jika penindasan terhadap wartawan terus terjadi, maka kami para insan pers di seluruh Indonesia tidak akan tinggal diam. Ini soal reformasi dan kemerdekaan pers yang harus ditegakkan,” tegasnya.
Di sisi lain, ia mengajak seluruh jurnalis untuk menjunjung tinggi etika profesi. Menurutnya, penting bagi sesama wartawan untuk saling menghormati, di mana generasi muda menghargai senior, dan yang senior memberikan teladan positif kepada junior.
“Pers yang merdeka juga harus beretika. Mari kita jaga kehormatan profesi ini bersama-sama,” tutup Rahmat.**
Berita Lainnya +INDEKS
Pangdam XIX Tuanku Tambusai Hadiri Panen Raya Jagung Serentak di Pekanbaru
PEKANBARU || Pangdam XIX Tuanku Tambusai Mayjen TNI Dr Agus Hadi Waluyo S.A.P., M.M., CHRMP mengh.
Penolakan Memuncak, Warga Durian Tandang Siap Gelar Aksi Desak Quarry Ditutup Permanen
KAMPAR || Penolakan terhadap aktivitas quarry atau galian material di Dusun III Durian Tandang, K.
Bhabinkamtibmas Polsek Sei Kijang Monitoring Program Ketahanan Pangan Jagung Asta Cita di Lahan PT. CDSL
PELALAWAN II AIPTU Zulfadli, S.H., selaku Bhabinkamtibmas Kelurahan Sekijang, melakukan monitorin.
Polsek Bandar Sei Kijang Laksanakan KRYD, Untuk Meningkatkan Keamanan Di Wilayah Sei Kijang
PELALAWAN II Polsek Bandar Sei Kijang melaksanakan Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) dalam .
Pangdam XIX Tuanku Tambusai Hadiri Vidcon Nasional Peresmian 1.061 KDKMP Dipimpin Presiden RI
PEKANBARU || Pangdam XIX Tuanku Tambusai Mayjen TNI Dr Agus Hadi Waluyo S.A.P., M.M., CHRMP mengh.
Polsek Bandar Sei Kijang Tanam Pohon Manggis Dukung Program Kelestarian Lingkungan Polres Pelalawan
PELALAWAN II Polsek Bandar Sei Kijang menggelar kegiatan penanaman bibit pohon di Jalan H.M Tayib.







