pilihan +INDEKS
Tiga Puluh Pelaku Usaha Non Esensial Dapat Teguran
Publikterkini.com - Tim Pengawasan Perkantoran Sektor Non Esensial dan Esensial Kota Pekanbaru sudah melayangkan 30 surat teguran selama PPKM level IV.
Kordinator Tim Pengawasan Perkantoran Sektor Non Esensial dan Esensial, Zulfahmi Adrian mengatakan, bahwa tim masih menemukan sejumlah pelanggaran. Maka tim langsung melayangkan surat teguran terhadap pelanggar.
"Kemudian kita sampaikan ke tim yustisi gakkum, agar bisa ditindak bila memang melanggar lagi," kata Zulfahmi, hari ini.
Ia menyebut, tim sudah melayangkan teguran di tempat hiburan umum, rumah makan hingga perbengkelan. Sementara untuk perkantoran mayoritas sudah mematuhi surat edaran.
Tim juga sudah melakukan pengawasan di 800 objek pengawasan. Mereka bertugas mengawasi jalan protokol dan 15 kecamatan.
Namun ia menilai tim masih perlu melakukan sosialisasi kepada masyarakat yang bergerak di sektor non esensial. Mereka terus melakukan sosialisasi karena banyak dari pelaku sektor non esensial belum mengetahui poin dalam PPKM level IV.
"Mereka hanya tahu pemberlakuan PPKM level IV, tapi yang harus mereka patuhi dan harus dilakukan mereka belum tahu," jelasnya.
Sesuai SE Walikota Pekanbaru nomor 18/SE/Satgas/2021, para pekerja dari sektor non esensial bisa bekerja dari rumah selama PPKM level IV.
Pihaknya sudah membagi 25 tim untuk melakukan pengawasan secara menyeluruh. Mereka berpedoman pada SE Walikota Pekanbaru dan instruksi Menteri Dalam Negeri.
Zulfahmi menyebut pihaknya bakal terus melakukan sosialisasi. Apalagi masih ada pelanggaran tidak memakai masker, berkerumun hingga tidak mengikuti poin dalam surat edaran.
"Kita tidak bisa langsung menindak, kita hanya beri teguran langsung ditindak oleh tim yustisi," ungkapnya. *
Berita Lainnya +INDEKS
PH Sukma Dewi Bongkar Polemik Dana Rp11 Miliar, Ellyatun Disomasi
PEKANBARU || Persoalan harta peninggalan keluarga almarhum H. Ahmad Bebas mencuat setelah Sukma D.
Liputan HUT RI di Minas Berujung Dugaan Ancaman terhadap Wartawan
SIAK || Seorang wartawan Catatanriau.com, Idris Harahap, mengaku mengalami intimidasi dan ancaman.
Lagi Perawatan di Klinik Kecantikan, Bos Besar Narkoba Kampung Bahari di Tangkap BNN RI
JAKARTA || Badan Narkotika Nasional (BNN) menangkap MR alias Bos Gendut, bandar narkoba besar di .
Advokat Bentrok dengan DC di Pekanbaru, LBH SPN Desak Polda Riau Usut Dugaan Premanisme
PEKANBARU || Ketegangan antara seorang advokat dan sejumlah orang yang diduga debt collector (DC).
Hakim Vonis Rata Abdul Wahid dan Kawan-Kawan 2 Tahun Penjara, KPK Ajukan Banding
PEKANBARU || Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengajukan upaya hukum banding atas vonis 2 tahun.
DPW GMPK Riau Kecam Keras Pengeroyokan Jurnalis di Siak: Intimidasi Terbuka Terhadap Pengawasan Publik
PEKANBARU || Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Gerakan Masyarakat Perangi Korupsi (GMPK) Provinsi Riau.







