pilihan +INDEKS
Merasa Diperas dan Dicemarkan Nama Baiknya, ZN Laporkan Akun TikTok @Detakfakta dan Rekannya ke Polresta Pekanbaru
PEKANBARU || Polemik dugaan pelanggaran hukum di ruang digital kembali mencuat di Kota Pekanbaru. Seorang warga berinisial ZN resmi melaporkan oknum yang diduga bernama Ahmadi bersama akun TikToknya @Detakfakta ke Polresta Pekanbaru atas dugaan tindak pidana yang berkaitan dengan Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).
Laporan tersebut tercatat dengan Nomor STPL: LP/B/676/V/2026/SPKT/Polresta Pekanbaru/Polda Riau tertanggal 29 Mei 2026.
Berdasarkan dokumen laporan yang diterima, pelapor menuding terlapor telah melakukan perbuatan yang diduga melanggar ketentuan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP serta ketentuan lain yang berkaitan dengan tindak pidana di ruang elektronik. Peristiwa yang dilaporkan disebut terjadi di wilayah Tangkerang Labuai, Kecamatan Bukit Raya, Kota Pekanbaru, pada 15 Maret 2026 sekitar pukul 03.00 WIB.
Tidak hanya Ahmadi dan akun TikToknya @Detakfakta, seorang lainnya yang diduga bernama Rotama Silalahi juga turut dilaporkan. Pelapor menilai yang bersangkutan ikut berperan dalam penyebaran informasi dan komentar yang dianggap menyerang serta merugikan nama baik dirinya melalui platform TikTok.
Berawal dari Komunikasi WhatsApp
Dalam uraian laporan, ZN mengaku dihubungi oleh seseorang yang diduga Ahmadi melalui aplikasi WhatsApp pada 15 Maret 2026 lalu. Dalam komunikasi tersebut, pelapor mengklaim diberitahu bahwa namanya akan diberitakan terkait dugaan penyimpangan anggaran proyek APBD bernilai miliaran rupiah.
Menurut pengakuan ZN dalam laporan polisi, terlapor kemudian diduga meminta sejumlah uang sebesar Rp1 juta. Pelapor menyebut permintaan tersebut terus dilakukan hingga akhirnya dirinya mentransfer uang ke rekening yang disebut sebagai rekening pribadi terlapor.
Namun, meski uang yang diminta telah dikirimkan, pelapor menyatakan Ahmadi melalui Akun TikToknya @Detakfakta tetap mempublikasikan konten yang memuat namanya (ZN/Pelapor) pada 25 Maret 2026 lalu.
Nama Rotama Silalahi Ikut Disebut
Dalam laporan yang sama, ZN juga menyinggung keterlibatan Rotama Silalahi. Pelapor menyebut informasi yang dipublikasikan melalui akun @Detakfakta diduga berasal dari akun TikTok lain yang dikaitkan dengan Rotama Silalahi.
Setelah konten tersebut tayang, Rotama Silalahi melalui akun yang disebut pelapor turut memberikan komentar yang menurut ZN tidak benar dan berdampak buruk terhadap reputasinya di tengah masyarakat.
Merasa nama baiknya dirugikan dan reputasinya tercemar, ZN akhirnya memilih menempuh jalur hukum dengan melaporkan peristiwa tersebut ke Polresta Pekanbaru agar mendapat penanganan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak terlapor maupun pihak-pihak yang namanya disebut dalam laporan tersebut belum memberikan keterangan resmi terkait tuduhan yang disampaikan pelapor.
Untuk keamanan pemberitaan dan menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah, redaksi menggunakan informasi berdasarkan keterangan dari dokumen laporan polisi yang ada. Seluruh pihak yang disebut dalam pemberitaan ini memiliki hak jawab dan hak koreksi sesuai ketentuan Undang-Undang Pers.
Perkara ini masih dalam proses penanganan aparat penegak hukum dan belum terdapat putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap.
Berita Lainnya +INDEKS
PH Sukma Dewi Bongkar Polemik Dana Rp11 Miliar, Ellyatun Disomasi
PEKANBARU || Persoalan harta peninggalan keluarga almarhum H. Ahmad Bebas mencuat setelah Sukma D.
Liputan HUT RI di Minas Berujung Dugaan Ancaman terhadap Wartawan
SIAK || Seorang wartawan Catatanriau.com, Idris Harahap, mengaku mengalami intimidasi dan ancaman.
Lagi Perawatan di Klinik Kecantikan, Bos Besar Narkoba Kampung Bahari di Tangkap BNN RI
JAKARTA || Badan Narkotika Nasional (BNN) menangkap MR alias Bos Gendut, bandar narkoba besar di .
Advokat Bentrok dengan DC di Pekanbaru, LBH SPN Desak Polda Riau Usut Dugaan Premanisme
PEKANBARU || Ketegangan antara seorang advokat dan sejumlah orang yang diduga debt collector (DC).
Hakim Vonis Rata Abdul Wahid dan Kawan-Kawan 2 Tahun Penjara, KPK Ajukan Banding
PEKANBARU || Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengajukan upaya hukum banding atas vonis 2 tahun.
DPW GMPK Riau Kecam Keras Pengeroyokan Jurnalis di Siak: Intimidasi Terbuka Terhadap Pengawasan Publik
PEKANBARU || Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Gerakan Masyarakat Perangi Korupsi (GMPK) Provinsi Riau.







