pilihan +INDEKS
Bamus Madura Keberatan Larang Warmad Buka 24 Jam Oleh Pemkab Banyuwangi
JAKARTA || Bamus (Badan Musyawarah) Madura menyatakan keberatannya Warung Madura (Warmed) dilarang berjualan atau buka 24 jam oleh Pemerintah Kabupaten Banyuwangi.
"Tidak ada substansinya. Warung Madura itu mau buka 24 jam. Tidak melanggar hukum. Ketentuan apa yang dipake membuat pelarangan. Jadi harus jelas regulasinya, jangan warung modern kalah bersaing, terus operasi Warung Madura yang disuruh batasi," tegas Ketua Tim Formatur Bamus Madura, KRH.HM.Jusuf Rizal,SH kepada media di Jakarta.
Sebagaimana diketahui Jusuf Rizal, Ketum Ormas Madas Nusantara, Relawan Prabowo, menggagas berdirinya Bamus Madura. Kemudian bersama Madas Sedarah dan Serumpun mendekkarasikan Bamus Madura sebagai wadah ormas ke-Maduraan.
Bamus Madura diresmikan Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Dardak dihadiri Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, Wabup, Fauzan Jafar, Forkopimda, ulama, pengusaha, tokoh, LSM maupun akademisi. Lewat Bamus Madura akan jadi rumah besar bagi ormas ke-Maduraan maupun warga Madura di Perantauan
Karena itu Bamus Madura menentang keras pembatasan Warung Madura beroperasi 24 jam, karena ada permintaan dan keberatan dari warung modern (seperti Indomaret, Alfamart, dll). Pemkab Banyuwangi harus melindungi pengusaha UMKM bukan malah mempersulit
"Jadi, pembatasan, kenapa Warung Modern itu dibatasi mulai jam 10.00 pagi hingga jam 22.00 wib, itu untuk melindungi pengusaha atau pedagang kecil dan UMKN. Itu sudah merupakan keputusan politik pemerintah," tegas Jusuf Rizal, pria keturunan Raja Sumenep Arya Wiraraja itu.
Lebih jauh Ketum PWMOI (Perkumpulan Wartawan Media Online Indonesia) dan Presiden LSM LIRA (Lumbung Informasi Rakyat) itu mengatakan, pengusaha ritel modern ini sudah seringkali bikin ulah, seperti sebelumnya di Bali.
"Di Bali dulu, Warung Madura juga diminta dilarang buka 24 jam atas permintaan Sekjen Kementerian Koperasi yang diduga ditunggangi Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo). Tapi kami tolak keras," tegas aktivis penggiat anti korupsi itu.
Sebaiknya Pemkab Banyuwangi tidak perlu buat kebijakan yang kontraproduktif bagi pelaku usaha kecil (UMKM). Justru yang harus dilakukan, Pemkab bagaimana menegakkan aturan tentang pembatasan waktu operasi ritel yang banyak dilanggar, maupun pendirian yang harus berjarak dari pasar-pasar tradisional.
"Bamus Madura akan melindungi dan membela Warung Madura yang didholimi. Kami siap turun ke Banyuwangi membela Warung Madura. Sebab ditengah kondisi ekonomi rakyat yang susah, seharusnya pedagang kecil dan UMKM dikindungi," tegas Jusuf Rizal yang dikenal tegas itu.
Berita Lainnya +INDEKS
Demo Akbar Desak Hukum Mati Koruptor Kakap dan Segera Sahkan UU Perampasan Aset
JAKRTA || Demo Akbar mahasiswa dan berbagai elemen penggiat anti korupsi mendesak Presiden Prabow.
Srikandi dari Pariaman, Dhifla Wiyani Lolos Jadi Hakim Agung Kamar Pidana MA
JAKARTA || Sebuah catatan sejarah dan kebanggaan baru terukir bagi masyarakat Sumatera Barat, khu.
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan Aktif Mendorong Seluruh Program Pemerintahan, Arisal Aziz : Saya Bangga Sebagai Kader PAN
JAKARTA || Anggota DPR RI Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Arisal Aziz, Merasa bangga s.
Legislator Komisi XIII Arisal Aziz Puji Kinerja Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan
JAKARTA || Anggota Komisi XIII DPR RI dari Fraksi Partai Amanat Nasional, Arisal Aziz, meng.
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan Aktif Mendorong Seluruh Program Pemerintahan Presiden RI H. Prabowo Subianto
JAKARTA || Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan aktif mendorong program swasembada pa.
Pangdam Kodam XIX Tuanku Tambusai Sambut Panglima TNI, Sinergi TNI Kian Kokoh di Kepulauan Riau
BATAM || Pangdam XIX Tuanku Tambusai Mayjen TNI Dr. Agus Hadi Waluyo, S.A.P., M.M., CHRMP., menya.







