pilihan +INDEKS
Loloskan Sabu Jaringan Fredy Pratama, Mantan Kasat Narkoba Divonis Hukuman Mati
PUBLIKTERKINI.COM,Lampung - Mantan Kasat Narkoba Polres Lampung Selatan, Andri Gustami (AG) divonis hukuman mati.
Vonis mati eks kasat Narkoba Polres Lampung Selatan itu dibacakan Ketua Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Kelas 1A Tanjung Karang, Lingga Setiawan, Kamis, 29 Februari 2024.
Mantan kasat Narkoba Polres Lampung Selatan itu sendiri divonis mati lantaran terlibat jaringan narkoba Fredy Pratama. AG dicokok pada 29 Juli 2023.
''Memvonis terdakwa Andri Gustami dengan hukuman mati,'' ujar Ketua Majelis Hakim, Lingga Setiawan saat membacakan amar putusan.
Menurut Hakim Lingga, hal yang memberatkan terdakwa, yakni tidak mengindahkan program pemerintah tentang pemberantasan narkotika, Apalagi terdakwa AG saat itu seorang penegak hukum, anggota polisi.
Terdakwa AG juga terbukti bersekongkol melawan hukum, menawarkan, dijual dan menjual, membeli, menukar, menyerahkan atau menerima, narkotika golongan satu.
Majelis hakim menilai tidak ada satu pun yang meringankan terdakwa AG.
Vonis hakim itu sesuai dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Eka Aftarini. JPU menilai AG melanggar Pasal 114 ayat (2) juncto Pasal 132 ayat (1) UU RI No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika atau dikenakan Pasal 137 huruf A juncto Pasal 136 UU RI No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika juncto Pasal 55 ayat (1) ke satu KUHP.
JPU menerima putusan hakim tersebut. Sementara AG melalui kuasa hukumnya menyatakan banding.
Diketahui, peran mantan Kasat Narkoba Polres Lampung Selatan dalam peredaran narkotika jenis sabu milik jaringan Fredy Pratama, yakni dengan melakukan aksi mengawal atau pun meloloskan narkotika sejak sekitar Mei sampai Juni 2023.
Dalam kurun waktu itu mantan kasat narkoba tersebut diduga delapan kali melakukan pengawalan dan sabu yang berhasil diloloskan sebesar 150 Kg dan pil ekstasi sebanyak 2 ribu butir.
Mantan kasat narkoba itu mendapat imbalan sebesar Rp1,3 miliar dari jaringan Fredy Pratama.
sumber : harian waktu lampung online
Berita Lainnya +INDEKS
Napi Sering Kabur di Riau, Anggota Komisi XIII DPR RI Arisal Aziz Usulkan Copot Kepala Kanwil Pemasyarakatan Riau dan Kalapas Pasir Pangaraian
JAKARTA || Anggota Komisi XIII DPR RI, Arisal Aziz, Kecewa berat dengan kinerja Kepala Kanwil Pem.
Kemewahan di Balik Tembok Penjara — GMPK: Jangan Tutupi Kebenaran
JAKARTA | | Gerakan Masyarakat Perangi Korupsi (GMPK) melalui Ketua Umum Dewan Pengurus Pus.
BBHR PDI Perjuangan Adukan Firman ke Polda, Berita HGB STC Dipersoalkan
JAKARTA || BBHR PDI Perjuangan laporkan Firman, anggota DPRD Kota Pekanbaru dari Fraksi Hanura, k.
Ketua Komisi III DPR RI dan M Rahul Terima Aspirasi Tokoh Masyarakat Beutong Ateuh
JAKARTA - Sejumlah tokoh masyarakat Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang, Kabupaten Nagan Raya, Ace.
Demo Akbar Desak Hukum Mati Koruptor Kakap dan Segera Sahkan UU Perampasan Aset
JAKRTA || Demo Akbar mahasiswa dan berbagai elemen penggiat anti korupsi mendesak Presiden Prabow.
Srikandi dari Pariaman, Dhifla Wiyani Lolos Jadi Hakim Agung Kamar Pidana MA
JAKARTA || Sebuah catatan sejarah dan kebanggaan baru terukir bagi masyarakat Sumatera Barat, khu.







