pilihan +INDEKS
Hebat! Dari Balik Jeruji Warga Binaan Lapas Bangkinang Mampu Hasilkan Omzet Ratusan Juta
PUBLIKTERKINI.COM,Bangkinang – Setiap kunjungannya ke lapas dan rutan di seluruh Riau, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Riau, Mhd. Jahari Sitepu selalu berpesan dan mengajak warga binaan untuk berani berbuat sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat. “Jangan anggap diri kalian hina selamanya, kubur masa lalu yang kelam tersebut. Tatap masa depan dengan optimisme. Beranilah berubah, lakukan hal yang bermanfaat. Jangan tunggu bebas, mulai sejak kalian menebus kesalahan di lapas/rutan ini,” pesannya.
Kakanwil turut mengajak petugas lapas dan rutan berani melakukan sesuatu, jangan monoton hanya melakukan tugas rutin yang itu-itu atau yang biasa-biasa saja. Manusia terbaik adalah manusia yang bisa memberikan manfaat kepada yang lain, sebab itu mari kita sama-sama berbuat, bekerja, memberikan ide juga pemikiran untuk membantu saudara kita warga binaan. “Jangan kita biarkan WBP menghabiskan waktu hanya dengan makan dan tidur. Berikan mereka keterampilan, ajak mereka berbuat sesuatu yang bisa menghasilkan sebagai modal hidupnya nanti setelah bebas,” kata Jahari.
Lapas Kelas IIA Bangkinang menjadi salah satu lapas/rutan yang langsung menanggapi ajakan Kakanwil ini. Mereka kemudian melakukan rapat dan survei lapangan, menentukan bisnis apa yang akan dilakukan. Ternyata ternak ayam potong menjadi pilihannya. Ternak ayam potong dipilih karena setiap harinya permintaan pasar akan kebutuhan daging ayam sangatlah tinggi. Masyarakat sangat menggemari makan ayam, karena selain rasanya yang enak, juga harganya relatif murah dibanding lauk yang lain.
Melihat besarnya peluang bisnis ini, Lapas Bangkinang kemudian menetapkan WBP yang akan diberikan pelatihan. Tentunya harus memenuhi syarat-syarat yang telah diatur dalam SOP. Kepala Lapas Kelas IIA Bangkinang, Sutarno, menerangkan bahwa pihaknya terus berupaya membina WBP agar menjadi pribadi yang beriman, unggul dan mempunyai keterampilan sehingga dapat diterima kembali di tengah-tengah masyarakat. “Sebagai petugas lapas, tugas kami bukan saja membina WBP agar tidak lagi melanggar hukum dikemudian hari namun juga memberikan bekal, skill dan keahlian agar WBP bisa menjadi manusia yang mandiri. Kami berikan pelatihan dengan mendatangkan instruktur yang profesional dan kredibel. Pelatihan ini juga berguna untuk petugas lapas agar ilmunya bisa dimanfaatkan untuk penghasilan tambahan mereka,” sebutnya pada rilis media, Kamis (26/4).
“Peternakan ayam potong di Lapas Bangkinang dibangun diatas lahan seluas 8 x 16 meter persegi dan bisa menampung sebanyak 2.000 ekor ayam. Sumber modal awalnya dari Koperasi Pegawai Lapas Bangkinang, setelah berkembang dan menghasilkan keuntungan, keuntungan tersebut diputar kembali menjadi modal. Modal awal tadi dikembalikan ke koperasi,” ujar Sutarno menceritakan. Untuk pembuatan kandang lengkap dengan tempat makan dan minum, mengeluarkan modal sebanyak 35 juta. Selanjutnya, pembelian bibit ayam sebanyak 37 juta termasuk pakan dan vitamin. Waktu pemeliharaan 30 hari dengan rata-rata berat 1,5 sampai 2 kg per ekornya.
“Satu bulan rata-rata bisa menghasilkan sebanyak 1.400 kg ayam. Perbulannya bibit ayam dimasukkan sebanyak 2 kali, hal ini untuk mengantisipasi kekosongan kandang pasca panen. Pemasarannya cukup mudah, karena ada toke ayam yang langsung menjemput kesini. Jadi kalau dihitung-hitung dengan harga sekarang, omzetnya bisa sampai ratusan juta. Sangat menjanjikan,” sebut Sutarno sambil tersenyum. Kalapas menambahkan bahwa sebagian keuntungan diberikan sebagai upah kepada WBP sesuai dengan aturan yang ada, disetorkan juga sebagai Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP), dan sisanya disimpan di koperasi lapas.
Sujeri, salah satu dari 20 WBP yang ikut pelatihan ini sangat berterima kasih atas apa yang telah dilakukan Lapas Bangkinang. Dia menyebut rasanya seperti mendapatkan hikmah dibalik musibah yang dialaminya karena masuk penjara. “Terimakasih kepada bapak-ibu petugas Lapas Bangkinang yang telah memberikan kami ilmu dan pengetahuan budidaya ayam potong. Kami jadi paham dan mengerti dari bagaimana cara pemilihan bibit, perawatan, sampai ke pemasarannya. Saya dan teman-teman lain rasanya sudah tidak sabar untuk beternak ayam setelah bebas,” ucapnya penuh semangat.
Berita Lainnya +INDEKS
Satlap Tri Cakti Bongkar Penyelundupan Timah Ilegal di Belitung, 229 Kampil dan Perdana 37 Balok Disita
BELITUNG || Satlap Tri Cakti bersama Satgas Gabungan yang terdiri dari Posal Belitung dan KP3 Kab.
Kodam XIX Tuanku Tambusai Dukung Penguatan Stabilitas Keamanan Perbatasan dalam Kunjungan Kerja Menko Polkam di Kepri
BATAM || Pangdam XIX Tuanku Tambusai Mayjen TNI Dr. Agus Hadi Waluyo, S.A.P., M.M., CHRMP mendamp.
Pangdam XIX Tuanku Tambusai Sambut Menko Polkam di Batam, Tegaskan Soliditas TNI-Polri Jaga Keamanan Kepri
BATAM || Pangdam XIX Tuanku Tambusai Mayjen TNI Dr. Agus Hadi Waluyo, S.A.P., M.M., CHRMP menghad.
Kodam XIX/Tuanku Tambusai Percepat Pembangunan Jembatan Muara Musu, Pemasangan Lantai Masuki Tahap Penentu
MUARA MUSU – Kodam XIX/Tuanku Tambusai terus mempercepat pembangunan jembatan penghubung di Des.
Ketua TA Haji Arisal Aziz Mulawarman Tegaskan Arisal Aziz Hanya Mundur Dari Jabatan Ketua DPW PAN Sumbar, Arisal Aziz Tetap Solid Bersama Zulhas
PADANG || Viral pemberitaan di seluruh media sosial dan media online di Sumatera Barat dengan pen.
Jetro Sibarani Angkat Bicara Soal Mandeknya Tindak Lanjut Praperadilan
PADANG || Kuasa hukum Sulpami resmi melayangkan pengaduan kepada Bidang Profesi dan Pengamanan (P.







