Naik Kelas Lewat Budaya, PNM Gelar PKU Akbar untuk Pelaku UMKM Riau

Kamis, 08 Oktober 2026

?PEKANBARU || Kekayaan budaya lokal di Riau menyimpan peluang usaha yang besar, mulai dari kuliner, kerajinan, fashion, hingga seni. Peluang tersebut perlu diolah agar menjadi produk yang bernilai ekonomi dan mampu bersaing, Rabu (7/10/2026).

?Di tengah peluang itu, PT Permodalan Nasional Madani (Persero) melalui program Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) menggelar PKU Akbar bertema "UMKM Jaya, Dari Budaya Menjadi Karya". Kegiatan ini menjadi ruang bagi pelaku Ultra Mikro dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk memperluas wawasan, meningkatkan kapasitas usaha, membangun jejaring, serta memperoleh motivasi mengembangkan usaha secara berkelanjutan.

?Pemimpin PNM Cabang Pekanbaru Arfan, menyampaikan bahwa tema tersebut menjadi bagian dari upaya PNM mendorong pelaku UMKM melihat budaya sebagai potensi yang bisa dikembangkan menjadi usaha.

?"Melalui PKU Akbar ini, kami ingin mendorong pelaku UMKM untuk melihat budaya sebagai potensi yang dapat dikembangkan menjadi karya dan memiliki nilai tambah, UMKM yang kuat bukan hanya tumbuh dari sisi usaha, tetapi juga mampu membawa identitas dan potensi daerah menjadi bagian dari produk yang berdaya saing," ujar Arfan.

?Agar budaya dapat menjadi karya yang siap dipasarkan, pelaku UMKM juga dibekali kemampuan pengelolaan keuangan, pemasaran, pengemasan produk, pemanfaatan teknologi digital, serta strategi usaha yang sesuai dengan perkembangan pasar.

?Arfan berharap kegiatan ini menjadi momentum bagi pelaku UMKM untuk semakin percaya diri berinovasi tanpa meninggalkan nilai budaya lokal.

?"Dari budaya lahir identitas, dari kreativitas lahir karya, dan dari UMKM yang berdaya akan tumbuh ekonomi daerah yang semakin kuat," ungkap Arfan.

?Wakil Bupati Rokan Hilir Jhony Charles, BBA, MBA mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia menilai tingginya antusiasme para pelaku UMKM menunjukkan besarnya potensi ekonomi masyarakat yang harus mendapatkan dukungan berkelanjutan.

?Kegiatan PKU Akbar Rokan Hilir ini bertepatan juga dengan Bulan Inklusi Keuangan (BIK) yang diperingati sepanjang bulan Oktober di seluruh Indonesia dengan berbagai kegiatan, pameran, dan promosi produk keuangan resmi, ungkap Mohamad Taufiq selaku asisten Direktur Pengawasan OJK.

?Bagi PNM, pemberdayaan nasabah tidak berhenti pada akses pembiayaan. Melalui tiga aspek pemberdayaan, yakni finansial, intelektual, dan sosial, PNM juga memperkuat kapasitas nasabah lewat pelatihan, pendampingan, literasi keuangan, dan pengembangan jejaring usaha.

?PKU Akbar menjadi salah satu bentuk komitmen tersebut, agar pelaku UMKM terus tumbuh dan menghasilkan karya yang bermanfaat bagi keluarga, masyarakat, serta perekonomian daerah.