
PEKANBARU || Kepedulian terhadap kesehatan masyarakat di tengah kondisi kabut asap ditunjukkan Komunitas Sosial Alat Berat Pekanbaru (KSABP). Sebanyak 3.000 masker gratis dibagikan kepada pengendara yang melintas di kawasan Bundaran Jalan Riau, Kota Pekanbaru, Kamis (8/10/2026).
Aksi sosial tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian KSABP terhadap masyarakat yang tetap harus beraktivitas di tengah paparan asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Pembagian masker menyasar pengendara yang melintas di kawasan tersebut. Masker diberikan secara cuma-cuma sebagai langkah sederhana untuk membantu masyarakat mengurangi risiko gangguan pernapasan akibat paparan udara yang tercemar asap.
Ketua KSABP, Erwin Hermanto, mengatakan kegiatan tersebut merupakan wujud kepedulian komunitas terhadap kondisi kesehatan masyarakat Pekanbaru.
Menurutnya, di tengah kondisi udara yang terdampak kabut asap, dukungan dan kepedulian dari berbagai elemen masyarakat sangat dibutuhkan.
“Semoga dengan adanya kegiatan pembagian masker ini bisa membawa manfaat bagi masyarakat agar terhindar dari penyakit yang diakibatkan kabut asap,” kata Erwin.
Erwin menyebutkan, sebanyak 3.000 masker sengaja disiapkan untuk dibagikan secara gratis kepada masyarakat.
“Hari ini kami membagikan masker secara gratis sebanyak 3.000. Mudah-mudahan bermanfaat, apalagi saat ini kabut asap masih menyelimuti Pekanbaru. Untuk itu kami dari KSABP melakukan kegiatan sosial yang bermanfaat untuk masyarakat Pekanbaru,” ujarnya.
Ia menegaskan, kepedulian KSABP tidak hanya diwujudkan saat kondisi kabut asap terjadi. Komunitas tersebut juga berkomitmen untuk terus mengambil bagian dalam membantu masyarakat ketika menghadapi bencana maupun musibah lainnya.
Erwin berharap aksi sosial tersebut dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat sekaligus menjadi bagian dari upaya bersama dalam mengurangi dampak kabut asap.
Ia mengatakan, KSABP akan berupaya melanjutkan kegiatan sosial serupa sebagai bentuk kontribusi kepada masyarakat dan dukungan terhadap pemerintah dalam menghadapi berbagai kondisi darurat.
“InsyaAllah ke depannya kegiatan-kegiatan sosial seperti ini akan kami lakukan untuk membantu masyarakat ketika ada bencana dan musibah, sekaligus membantu pemerintah dalam penanggulangan musibah kabut asap saat ini,” pungkasnya.
Aksi pembagian masker tersebut menjadi bukti bahwa kepedulian terhadap dampak kabut asap tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Peran komunitas dan berbagai elemen masyarakat juga penting dalam memberikan perlindungan serta bantuan langsung kepada warga yang terdampak.