Kodim 0321/Rohil Dorong Sinergi Lintas Sektor Cegah Karhutla di Kubu

Selasa, 15 September 2026

ROHIL || Tim Mabes TNI menggelar penyuluhan dan sosialisasi pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kecamatan Kubu dan Kubu Babussalam, Kabupaten Rokan Hilir, Riau, Selasa (15/9/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Kantor Camat Kubu Babussalam tersebut diikuti 44 peserta dari unsur pemerintah kecamatan, TNI-Polri, Masyarakat Peduli Api (MPA), serta masyarakat dari Kecamatan Kubu dan Kubu Babussalam.

Penyuluhan dimulai sekitar pukul 10.45 WIB. Tim Penyuluhan Karhutla Mabes TNI dipimpin Brigjen (Mar) Benny P. Nadeak, S.E., M.A.

Dalam tim tersebut turut bergabung Kolonel Elektronika (Lek) Aris Setianta, Kolonel Mar. M. Asrof Widiarto, S.T., M.Tr.(Hanla), Mayor Inf. Andang Rohadi, Mayor Inf. Roni Kusnandar, dan Mayor Inf. Ade Hermansyah.

Sejumlah pejabat daerah dan aparat kewilayahan turut hadir, di antaranya Camat Kubu Dr. H. Safrijal, Camat Kubu Babussalam Ahmad Marjan, S.STP., Danramil 04/Kubu Kapten Inf. Ujang Z., serta Kapolsek Kubu AKP Rudi Aryono Sitinjau, S.H.

Dalam sambutannya, Camat Kubu Babussalam Ahmad Marjan mengapresiasi kegiatan penyuluhan yang digelar Mabes TNI bersama TNI-Polri dan unsur terkait.

Ia mengatakan, Karhutla merupakan persoalan yang membutuhkan perhatian dan penanganan bersama karena dampaknya tidak hanya terhadap lingkungan, tetapi juga dapat memengaruhi kesehatan masyarakat, aktivitas ekonomi, pendidikan, dan kualitas udara.

«"Karhutla tidak bisa ditangani oleh satu pihak saja. Dibutuhkan kerja sama antara pemerintah, TNI, Polri, pemerintah desa, MPA, dan masyarakat," ujarnya.»

Sementara itu, Dandim 0321/Rohil Letkol Inf M. Ricky P.P.P.A.G.A. mengapresiasi pelaksanaan patroli dan penyuluhan yang dilakukan Tim Mabes TNI.

Menurutnya, sinergi lintas sektor diperlukan untuk memperkuat langkah pencegahan maupun penanggulangan Karhutla di Kabupaten Rokan Hilir.

Keterlibatan pemerintah daerah, aparat keamanan, MPA, dan masyarakat dinilai penting dalam meningkatkan kesiapsiagaan serta mencegah kebakaran sejak dini, khususnya di wilayah yang memiliki potensi terjadinya Karhutla.

Kegiatan penyuluhan tersebut diharapkan dapat meningkatkan pemahaman dan kepedulian masyarakat terhadap bahaya Karhutla sekaligus memperkuat koordinasi antarpihak dalam menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan.(*Red)