
PEKANBARU — Di balik keberhasilan seorang atlet meraih medali emas di kejuaraan MMA tingkat internasional, terdapat perjuangan panjang seorang ayah yang tidak pernah lelah membimbing dan mendidik putrinya. Sosok tersebut adalah Peltu Amir, Babinsa Kodim 0313/Kampar jajaran Korem 031/Wira Bima (WB).
Sebagai seorang prajurit TNI sekaligus ayah, Peltu Amir sejak awal menanamkan kedisiplinan, keberanian, kerja keras dan semangat pantang menyerah kepada putrinya, Delvi Nurfadillah. Nilai-nilai tersebut terus diberikan dalam keseharian, termasuk ketika Delvi menekuni olahraga bela diri.
Perjuangan Peltu Amir dalam membentuk mental dan kemampuan putrinya juga tidak terlepas dari pengalamannya di dunia olahraga. Sebelum menjadi prajurit TNI, Peltu Amir merupakan mantan atlet kick boxer. Pengalaman tersebut menjadi bekal berharga dalam mendampingi Delvi berlatih, membangun mental bertanding, sekaligus memahami kerasnya perjuangan seorang atlet untuk mencapai prestasi.
“Sebagai orang tua, saya hanya berusaha mendidik, membimbing dan memberikan motivasi kepada anak. Yang terpenting adalah disiplin, kerja keras dan jangan mudah menyerah,” ungkap Peltu Amir.
Bagi Peltu Amir, prestasi yang diraih putrinya bukan semata-mata tentang sebuah medali, tetapi merupakan hasil dari proses panjang, latihan yang disiplin serta keberanian untuk menghadapi setiap tantangan.
Kisah perjuangan tersebut mendapat perhatian dan apresiasi dari Danrem 031/WB Brigjen TNI Dr. Agustatius Sitepu, S.Sos., M.Si., M.Han. Saat menerima Delvi bersama Peltu Amir, Danrem menyampaikan rasa bangga atas prestasi yang telah ditorehkan putri prajurit tersebut di kancah internasional.
Danrem menilai keberhasilan Delvi merupakan buah dari pembinaan yang dilakukan secara konsisten, baik oleh keluarga maupun lingkungan olahraga. Ia juga memberikan apresiasi kepada Peltu Amir yang telah memberikan pendidikan, motivasi dan keteladanan kepada putrinya.
“Ini merupakan prestasi yang membanggakan. Apa yang dilakukan Peltu Amir sebagai orang tua patut diapresiasi. Disiplin, kerja keras dan keteladanan yang diberikan kepada anak akhirnya membuahkan prestasi hingga tingkat internasional,” ujar Danrem,Rabu 12/8/26.
Danrem juga mendorong Delvi untuk terus mengembangkan kemampuan dan mempertahankan prestasinya. Terlebih, Delvi memiliki cita-cita untuk menjadi prajurit TNI AD, khususnya Korps Wanita Angkatan Darat (Kowad).
“Kalau cita-citanya menjadi Kowad, terus persiapkan diri. Prestasi olahraga ini menjadi modal yang sangat baik, tetapi tetap harus diimbangi dengan pendidikan, kesehatan, kemampuan fisik dan disiplin,” pesan Danrem.
Bagi Peltu Amir, keberhasilan Delvi menjadi juara MMA internasional sekaligus menjadi kebanggaan tersendiri sebagai orang tua dan prajurit TNI. Ia berharap perjuangan putrinya tidak berhenti sampai di sini, tetapi terus menjadi motivasi untuk meraih prestasi yang lebih tinggi sekaligus mewujudkan cita-citanya mengabdi kepada bangsa dan negara.
Kisah Peltu Amir dan Delvi menjadi gambaran bahwa di balik sebuah prestasi besar seorang atlet, ada doa, perjuangan, disiplin dan pengorbanan orang tua yang tidak selalu terlihat di atas arena.(A-R)