Dulu Pembela Hukum Rakyat Kecil Secara Gratis, Kini Jadi Ketua Komisi Hukum DPR RI, Ini Perjalanan Heroik Habiburokhman

Sabtu, 28 Maret 2026

JAKARTA  || Garis tangan seseorang memang tidak ada yang tahu. Siapa sangka, pemuda yang dulu kerap berurusan dengan aparat keamanan karena aksi demonstrasi di jalanan Jakarta, kini justru duduk di kursi tertinggi komisi yang membidangi hukum dan keamanan. Itulah ringkasan perjalanan hidup Dr. Habiburokhman, S.H., M.H., sosok yang baru saja dilantik menjadi Ketua Komisi III DPR RI periode 2024–2029.

Suara Lantang dari Metro ke Jalanan Jakarta

Lahir di Metro, Lampung, pada 17 September 1974, darah aktivis sudah mengalir deras dalam diri Habiburokhman sejak di bangku kuliah. Saat menempuh studi di Fakultas Hukum Universitas Lampung (Unila), ia merupakan pentolan aktivis mahasiswa yang paling vokal.

Puncaknya terjadi pada era Reformasi 1998. Habib berada di barisan terdepan memimpin ribuan massa menuntut perubahan besar bagi bangsa ini. Akibat kekritisannya terhadap rezim saat itu, ia harus mencicipi dinginnya sel tahanan karena ditangkap pihak berwenang. Namun, jeruji besi tak sedikit pun menyurutkan nyalinya untuk terus bersuara.

Membela Rakyat Lewat Jalur Hukum

Setelah era reformasi, perjuangannya tidak berhenti. Ia bertransformasi menjadi advokat yang dikenal sangat "berbahaya" bagi para penindas. Lewat Serikat Pengacara Rakyat (SPR) yang didirikannya pada 2005, Habiburokhman rajin mengajukan gugatan Class Action demi membela hak-hak rakyat kecil secara gratis.

Nama kantor hukumnya, Habiburokhman & Co yang bermarkas di Menteng, kemudian menjadi salah satu firma hukum yang disegani, bahkan hingga ke mancanegara.

Tangan Kanan Strategis Prabowo Subianto

Karier politiknya mulai bersinar terang saat ia memutuskan bergabung dengan Partai Gerindra pada 2010. Tak butuh waktu lama bagi Prabowo Subianto untuk melihat potensi besarnya. Ia langsung dipercaya menjabat sebagai Ketua Bidang Advokasi sekaligus anggota Dewan Pembina.

Habiburokhman dikenal sebagai "panglima hukum" yang mengawal berbagai kemenangan politik strategis, mulai dari Pilkada DKI Jakarta hingga menjadi juru bicara hukum bagi pasangan Prabowo-Sandi pada Pilpres 2019. Loyalitas dan kecerdasannya dalam berdebat menjadikannya salah satu wajah utama Partai Gerindra di media nasional.

Intelektual Muda Bergelar Doktor

Meski sibuk di dunia politik dan hukum, Habib tidak pernah melupakan pendidikan. Ia berhasil menyelesaikan gelar Doktor Ilmu Hukum (S3) di Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta. Kapasitas intelektual inilah yang membuatnya mampu menyeimbangkan antara idealisme aktivis dengan kebijakan hukum yang terukur.

Kini Menjadi Nahkoda Komisi III

Memasuki periode 2024–2029, kepercayaan rakyat DKI Jakarta I kembali membawanya ke Senayan. Kali ini dengan tanggung jawab yang lebih besar: Ketua Komisi III DPR RI.

Sebagai pimpinan komisi yang bermitra dengan Polri, Kejaksaan Agung, dan KPK, Habiburokhman kini memiliki wewenang penuh untuk memastikan penegakan hukum di Indonesia berjalan seadil-adilnya. Dari sosok yang dulu "dikejar" petugas, kini ia menjadi sosok yang mengawasi kinerja para penegak hukum tersebut.

Sumber: Wikipedia