Ketua GAPRI Riau Mengulas Keindahan Destinasi Wisata Air Terjun Sungai Gagak XIII Koto Kampar

Senin, 06 September 2021

Publikterkini.com -  Novi Febrianti Ketua Umum Gerakan Aksi Perempuan Riau Indonesia (GAPRI) memperkenalkan Destinasi Wisata Sungai Gagak yang terdapat di Desa Koto Mesjid Kenagarian Pulau Gadang Kecamatan XIII Koto Kampar,  Kabupaten Kampar, Provinsi Riau.

Kepada kami Novi Menceritakan perjuangan pemuda setempat dalam membangun tempat wisata ini, dan berbagai keindahan alamnya yang menjadi daya tarik Air Terjun.

Begitu menarik untuk diperhatikan dan dipelajari,  Kerena hutan belantara yang dulunya ditakuti masyarakat, Kini menjadi hutan yang ramai di kunjungi Wisatawan luar daerah.

Ungkap Novi "Semua Ini berkat kerja keras serta kekompakan para pemuda Desa Koto Masjid yang mampu mengelolah sebuah tempat wisata lokal namun sangat Diminati para pengunjung dari luar Daerah Kabupaten Kampar. Kepala Desa dan Pemerintah Kabupaten Kampar wajib memberikan appresiasi kepada  para pemuda setempat yang sudah bekerja keras memberikan sumbangsihnya kepada Desa dengan semangat gotong royong mendirikan tempat wisata yang sangat luar biasa ini".

Lanjut Novi Menjelaskan bahwa. "Pemuda yang merupakan pusat kemajuan bangsa. hal ini dibuktikan langsung oleh para pemuda yang ada di Desa Koto Masjid Kecamatan XIII Koto Kampar, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau. Dengan kepiawaiannya para pemuda di Desa itu bak pesulap mereka akhirnya mampu merubah Air Terjun yang dulunya hanya sebagai tempat pengambilan air bagi manyarakat sekitar Desa dan menyalurkan air bersih tersebut kerumah-rumah warga karena memang  secara geografis kawasan Air Terjun ini bisa dibilang berada tak jauh dari perkampungan warga Desa Koto Mesjid".

"Jarak tempuh dari  Desa Koto Mesjid hanya menghabiskan waktu lebih  kurang  5 menit menuju lokasi dengan menggunakan kendaraan motor roda 2, dan sekitar 29 KM dari Kota Bangkinang". 

Selain untuk menyalurkan air bersih dari pegunungan tersebut mengunakan pipa-pipa yang nantinya disalurkan ketempat penampungan besar kemudian dari sana warga menyalurkan kembali kerumah-rumah mereka biasa masyarakat menyebutnya dengan istilah “Air Pam” atau Air Bersih." Sebut Novi.

Novi juga mengulas bahwa "Air Terjun Sungai Gagak yang dulunya sepi, bahkan  untuk mandi saja mungkin kita khawatir kalau terdapat banyak ular karna lokasi tersebut sudah tertutup oleh pohon-pohon hutan,  semak-semak dan bebatuan". 

"Air Terjun yang memiliki 7 tingkat ini  memiliki keindahan yang tersembunyi. Berkat keinginan yang kuat dan daya kreatifitas pemuda Desa Koto Mesjid akhirnya mampu merubah hutan belantara menjadi objek wisata yang tidak hanya warga sekitar Desa yang menjadi pengunjung, bahkan Wisatawan luar Kabupaten Kampar yang berada di Provinsi Riau".

"Setelah banyak yang mengetahui keindahan alam ini, kini semakin ramai para pengunjung yang berdatangan, ini terbukti dengan  beberapa orang yang kami jumpai Media Ini dilokasi wisata alam gagak tersebut. Ada beberapa pengunjung datang dari Kabupten Siak, Kota Pekanbaru, Kabupaten Rohul, Kabupaten Pelalawan, Kota Bangkinang, Tapung, dan beberpa wisatawan lokal  dari Kecamatan XIII Koto Kampar." Ulas Novi Ketua GAPRI Riau 

Ananda  Rizki  Putri salah satu pengunjung dari Kabupaten Pelalawan  ketika dikomfirmasi media ini pada Minggu siang  05 September 2021 menyebutkan,  Kalau Dia baru pertama kali  berkunjung  ke Air Terjun Sungai Gagak.

“Ternyata disini alamnya menyenangkan, kami sekeluarga senang berkunjung ketempat ini. Prasarananya juga mendukung. Jadi perjalanan kami selama 3 jam dari Pelalawan tidak mengecewakan. Apalagi pelampungnya sangat membantu kami yang tak bisa berenang. Mungkin gazebonya yang masih kurang, dan juga pelampung nya harus ditambah lagi, Karena pengunjungnya sudah begitu ramai," ungkap Rizki.

Saat hari libur,  merupakan hari yang sangat menyenangkan sekali, wisata alam menjadi rekomendasi  untuk lokasi yang akan dikunjungi. Apalagi bagi masyarakat yang terbiasa tinggal di perkotaan yang padat dan wilayah-wilayah yang gersang dan panas seperti Kota Pekanbaru tidak sedikit dari warga Kota tersebut yang berdatangan ke destinasi Ekowisata Sungai Gagak ini.

Seperti yang dikatakan pengunjung dari Kota Pekanbaru bernama  Hikmah mengatakan bahwa lokasi "Sungai Gagak tempat nya tidak terlalu jauh dari Pekanbaru, kita hanya menempuh perjalanan 2 jam  namun banyak memberikan kesan. Mulai dari keindahan air terjun nya, keaslian hutan ditambah suara kicau burung, dan beberapa spot menarik disepanjang perjalanan menuju Sungai Gagak". 

Lanjutnya "Bagi yang  suka mandi, tempat ini sangat recommended, karena selain airrnya yang sejuk dan fresh, tempatnya juga mendukung, tempat cucuran air terjunnya menyerupai kolam buatan. Bagi yg belum bisa berenang, juga gak usah takut kedalaman, karena terdapat tali yang sengaja dipasang buat pegangan". Sebut Hikmah.

Diwaktu yang sama Riski Hidayat salah satu pencetus atau selaku pendiri pemuda pelopor Ekowisata Sungai Gagak yang ada di Desa Koto Masjid Ketika dikonfirmasi media ini mengatakan.

"Awalnya dengan melihat potensi-potensi hutan yang ada di Provinsi Riau masih belum dikelola dengan baik dan banyak para masyarakat yang melakukan pengelolaan yang belum memerhatikan aspek keberlangsungan seperti penebangan liar, pencemaran sungai". 

"Dimulai dari kegiatan kepedulian terhadap keberlangsungan lingkungan dan kepedulian terhadap pemuda desa yang sangat antusias dalam membantu berdirinya Ekowisata Sungai Gagak, dengan semangat swadaya akhirnya beberpara perkembangan terjadi selama kurun waktu 2 tahun. Hingga terbentuklah suasana wisata di Sungai Gagak yang sama-sama dapat kita rasakan," ungkap Riski Pelopor Ekowisata Sungai Gagak.

Pantauan media ini dilapangan Tampak  berdatangan Ibu - Ibu PKK dari Tapung yang akan melaksanakan kegiatan bersama Anggota dengan diiringi musik yang terhubung dengan Speaker menambah suasana  keramaian dilokasi ini menjadi meriah.

Kini Air Terjun Sungai Gagak tidak lagi sebatas  tempat pemandian namun juga dijadikan sebagai tempat berlibur  dan terlihat  beberapa patok tenda yang tersusun di pinggir tebing  yang melingkar menghadap Air Terjun tersebut pertanda tadi malam ada beberapa kelompok wisatawan yg berkemah disana.**