PEKANBARU || Amburadulnya pengawasan dan kelalaian petugas Lapas kelas IIA Pekanbaru mendapat perhatian khusus dari Komisi XIII DPR RI.
Anggota DPR RI Komisi XIII Arisal Aziz merasa geram dengan tindakan oknum petugas Lapas seperti ini, Kejadian seperti ini mencoreng wajah menteri imigrasi pemasyaratan Agus Andrianto saat menyampaikan kepada awak media, Selasa ( 28/7/2026).
Kami Komisi XIII DPR RI kementrian imigrasi dan pemasyarakatan merupakan salah satu mitra kami dan kami wajib mengawasi kegiatan mitra kami ini," kata Arisal Aziz.
Lapas dan Rutan di Riau saya lihat lemah sekali pengawasannya, paling sering narapidana yang kabur di Rutan dan Lapas di Riau ini, dulu pernah kabur massal narapidana di Rutan Pekanbaru pada 5 Mei 2017 sebanyak 473 orang, pelarian ini memasukan indonesia rekor dunia narapidana kabur terbanyak di dunia.
Setelah itu pada 19 Oktober 2025 lari tiga orang narapidana Rutan Siak, Hingga hari ini epi saputra terpidana mati kasus narkotika belum tertangkap oleh petugas Rutan Siak.
Belum tertangkap narapidana yang di Rutan Siak, Heboh lagi di Riau kaburnya Ibnu Satya Darma narapidana Lapas Pekanbaru yang kabur alasan sakit, rupanya di antar kerumahnya oleh pegawai Lapas Pekanbaru pada 22 Juli 2026 di saat kami Kunker bersama rombongan Komisi XIII ke Pekanbaru.
Mengapa ini sering terjadi, apakah ini kelalaian petugas atau ada unsur dugaan disengaja," ucap Arisal Aziz.
Saya meminta kepada Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Bapak Agus Andrianto untuk mengambil sikap tegas kepada yang bertanggung jawab atas kelalaian ini, periksa semua oknum yang terlibat jangan ada tebang pilih," kata arisal aziz.
Ini saya perhatikan karena tidak ada tindakan tegas dari kementrian imigrasi pemasyarakatan dan Dirjen pemasyarakatan tidak membuat pejabatnya takut," kata arisal aziz.